Basarnas DIY, SAR DIY, BPBD DIY dan Sabhara Polresta Jogjakarta sedang berupaya menyelamatkan 2 lansia dan bayi korban longsor di RT 1 / RW 1, Jlagran, Jogja. (Harian Jogja/Beny Prasetya) Basarnas DIY, SAR DIY, BPBD DIY dan Sabhara Polresta Jogjakarta sedang berupaya menyelamatkan 2 lansia dan bayi korban longsor di RT 1 / RW 1, Jlagran, Jogja. (Harian Jogja/Beny Prasetya)
Senin, 4 Desember 2017 14:55 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Khawatir Longsor Susulan, 76 Keluarga di Jogja Masih Mengungsi

Ancaman talud longsor masih mengintai beberapa rumah di RT 01 di RW 01 Jlagran, Pringgokusuman, Gedongtengen, Kota Jogja.

Solopos.com, JOGJA--Ancaman talud longsor masih mengintai beberapa rumah di RT 01 di RW 01 Jlagran, Pringgokusuman, Gedongtengen, Kota Jogja. Warga yang masih ketakutan akhirnya memilih mengungsi. Hingga saat ini ada sekitar 76 orang yang diungsikan.

Baca juga : BADAI CEMPAKA : Evakuasi Korban Longsor di Jlagran Dihentikan Sementara

Seperti diketahui, pada Selasa (28/11/2017) siang, talud di lokasi tersebut ambruk akibat hujan yang terus mengguyur tanpa henti. Akibat bencana itu, tiga orang meninggal dunia karena tertimpa tembok rumah yang hancur diterjang material longsor.

Ketua RW 01 Jlagran, Hibur Pintono mengatakan, ke-76 orang tersebut masih diungsikan karena dikhawatirkan akan terjadi longsor susulan. Sebab, kondisi yang ada saat ini masih sangat potensial terjadinya bencana yang sama. Apalagi, di bibir talud terdapat beberapa rumah yang bisa saja ikut terjun bebas. Di bawahnya juga ada permukiman.

“Kami belum berani mengembalikan yang dievakuasi [ke rumahnya masing-masing], karena perintah dari Pak Wawali [Heroe Poerwadi] dan hingga kini kami masih menunggu keputusan selanjutnya dari pemerintah daerah,” katanya, Minggu (3/12/2017).

Para pengungsi saat ini ditempatkan di beberapa lokasi seperti poskamling dan di rumah warga yang berukuran cukup besar.

Ancaman bencana tak hanya mengintai rumah yang berada di sekitar talud yang ambrol, tapi juga berada di RT 02. Sebagai langkah antisipasi, warga di lokasi tersebut juga turut diungsikan.

“Di samping itu ada susulan warga yang kami evakuasi dari RT 02, yaitu rumah yang berderet. Di sana [talud] sudah menganga 15 centimeter. Karena alasan keselamatan. Mereka pun kami evakuasi,” tambahnya.

lowongan pekerjaan
PT. Merak Jaya Abadi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu terakhir ini beredar…