Bermain dan belajar di Taman Harmoni Dusun Karangkidul, Desa Pulosari, Kebakkramat, Karanganyar (Istimewa/Yayasan Harmoni) Bermain dan belajar di Taman Harmoni Dusun Karangkidul, Desa Pulosari, Kebakkramat, Karanganyar (Istimewa/Yayasan Harmoni)
Senin, 4 Desember 2017 16:46 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos Peristiwa Share :

Kampung Harmoni Karanganyar Wujud Kepedulian, Keindahan & Kemandirian

Kampung Harmoni Karanganyar merupakan salah satu wujud menata lingkungan dengan memadukan kebermanfaatan dan pendidikan.

Solopos.com, KARANGANYAR — PT Indaco Warna Dunia melalui Yayasan Harmoni mengekspresikan kepedulian terhadap lingkungan melalui program corporate social responsibility (CSR) dengan menggarap Kampung Harmoni di Dusun Karangkidul, Desa Pulosari, Kebakkramat, Karanganyar.

Bermain dan belajar di Taman Harmoni Dusun Karangkidul, Desa Pulosari, Kebakkramat, Karanganyar (Istimewa/Yayasan Harmoni)

Bermain dan belajar di Taman Harmoni Dusun Karangkidul, Desa Pulosari, Kebakkramat, Karanganyar (Istimewa/Yayasan Harmoni)

Yayasan Harmoni menggarap delapan rukun tetangga (RT) di dua rukun warga (RW) yang terletak di dua dukuh, yakni Karangkidul dan Dadagan.

Setiap RT memiliki kebebasan menciptakan Kampung Harmoni sesuai kreasi dan inovasi warga. Total 638 keluarga terlibat dalam kegiatan tersebut.

Dusun Karangkidul menjadi pilot project Kampung Harmoni di kabupaten Karanganyar. Kampung Harmoni adalah salah satu program Yayasan Harmoni bekerja sama dengan PT Indaco Warna Dunia.

Konsep Kampung Harmoni berkaitan dengan menciptakan lingkungan sekitar yang asri dan berdaya guna. Tujuan akhirnya bukan sekadar membuat kampung yang dapat dinikmati tetapi juga memberikan manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa merusak lingkungan sekitar.

Panitia Seksi Acara Kampung Harmoni dan Supply Chain Manager PT Indaco Warna Dunia, Irwan Budiyanto, menjelaskan detail Kampung Harmoni yang telah dilaksanakan di 8 RT di Dusun Karangkidul, Desa Pulosari, Kebakkramat.

Konsep Lomba

Mereka membuat konsep perlombaan antar-RT. Warga harus membuat taman harmoni di setiap RT. Isi taman adalah apotek hidup, warung hidup, tempat bermain yang dilengkapi alat permainan tradisional, dan lain-lain. Taman dicat aneka warna untuk mendapat kesan ceria, bersih, dan indah.

Anak-anak bermain di Taman Harmoni Dusun Karangkidul, Desa Pulosari, Kebakkramat, Karanganyar (Istimewa/Yayasan Harmoni)

Anak-anak bermain di Taman Harmoni Dusun Karangkidul, Desa Pulosari, Kebakkramat, Karanganyar (Istimewa/Yayasan Harmoni)

“Tetapi bukan sesederhana itu. Warga juga memanfaatkan barang bekas, sampah, yang bisa di-3R. Dibuat aneka macam barang bermanfaat. Bisa dibuat lukisan, gerabah, dan lain-lain. Jadi bukan sekadar membuat taman indah tetapi juga memberikan manfaat,” kata Irwan saat berbincang dengan Solopos.com¬†melalui telepon, Kamis (30/11/2017).

Taman juga harus menonjolkan potensi lokal. Irwan menjelaskan Yayasan Harmoni dan PT Indaco Warna Dunia memberikan bantuan dana Rp5 juta dan cat sesuai kebutuhan kepada setiap kelompok. Pemenang lomba akan diumumkan pada Selasa (5/12/2017).

“Awalnya memang kami lombakan untuk menumbuhkan semangat. Tetapi kami juga ingin memantik kepekaan warga memanfaatkan lingkungan sekitar demi peningkatan kesejahteraan dan kemandirian. Tujuan akhir kami sederhana, pemberdayaan masyarakat dan mandiri dari sampah,” tutur dia.

Indaco Warna Dunia Peduli

Yayasan Harmoni memilih dua lokasi itu sebagai pilot project karena kedekatan lokasi dengan pabrik cat PT Indaco Warna Dunia di Karanganyar. Irwan menjelaskan kerja tim tidak berhenti setelah taman harmoni tercipta.

Irwan menyampaikan Kampung Harmoni juga harus memenuhi unsur pengelolaan sampah secara mandiri. Oleh karena itu setiap RT harus memiliki komponen lain, yakni bank sampah, komposer, dan biopori.

“Komponen lain adalah bank sampah. Itu untuk anorganik. Kalau yg organik ya diolah menggunakan komposer. Lalu ada biopori. Kami mendampingi warga membuat dan menggunakannya. Sesuai dengan konsep awal adalah kepedulian lingkungan sehingga melahirkan kemandirian masyarakat,” tutur dia.

Yayasan Harmoni mengatakan program Kampung Harmoni sejalan dengan kampanye pemerintah perihal go green. Keberadaan taman harmoni bukan sekadar pemanis di kampung tetapi media edukasi bagi masyarakat.

lowongan pekerjaan
PT.MERAPI ARSITA GRAHA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu terakhir ini beredar…