Pemudik dari Jakarta tiba di Stasiun Madiun dengan menggunakan Kereta Api (KA) Brantas jurusan Pasar Senen-Kediri, Kamis (17/7/2015) pagi.(Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos) Pemudik dari Jakarta tiba di Stasiun Madiun dengan menggunakan Kereta Api (KA) Brantas jurusan Pasar Senen-Kediri, Kamis (17/7/2015) pagi.(Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)
Senin, 4 Desember 2017 21:55 WIB Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

KAI Jogja Tambah 6 Kereta Tambahan di Liburan Natal dan Tahun Baru

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 menyiapkan enam rangkaian kereta tambahan

Solopos.com, JOGJA-Menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 menyiapkan enam rangkaian kereta tambahan. Diprediksi kenaikan penumpang di masa angkutan Nataru 2017 naik sebesar 4%-6%.

“Tahun jumlah penumpang yang diangkut lebih banyak dari tahun sebelumnya. Karena tahun lalu KA tambahan juga hanya empat rangkaian kereta,” ujar Manajer Humas PT KAI Daop 6, Eko Budiyanto ditemui Harianjogja.com di sebuah acara di Jogja Expo Center, Senin (4/12/2017).

Eko mengungkapkan rangkaian kereta api tambahan ini melayani tujuan Jakarta, Bandung dan Surabaya yang akan dimulai pada 22 Desember 2017 hingga 7 Januari 2018. Sebanyak enam rangkaian kereta api ini kapasitas angkut mencapai kurang lebih 3.000 penumpang per hari.

Sedangkan untuk kereta api reguler tersedia 19 kereta per hari. Di mana kapasitas angkut per hari mencapai 9.990 penumpang.

“Adapun total penumpang yang diangkut di masa Nataru ini lebih dari 13.000 penumpang per hari,” ungkap Eko.

Tiket kereta api tambahan ini sudah dapat dipesan sejak 1 November lalu. Eko memastikan tiket kereta tambahan maupun reguler masih tersedia.

“Namun, untuk keberangkatan tanggal 24-25 Desember, ketersediaan tiket sudat menipis. Karena banyak yang menggunakan kereta api di hari itu,” imbuh Eko.

lowongan pekerjaan
Salesman & Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu terakhir ini beredar…