Ernie Djohan (Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com)) Ernie Djohan (Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com))
Senin, 4 Desember 2017 12:15 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Nada Share :

KABAR ARTIS
Ernie Djohan Ingin Terus Bernyanyi

Kabar dari artis senior Ernie Djohan yang ingin terus bernyanyi.

Solopos.com, SOLO – Tidak banyak penyanyi lawas Indonesia yang masih tetap energik di usia senja. Popularitas meredup dan kondisi kesehatan yang menurun menjadi alasan mereka berhenti berkarya. Namun, alasan itu tak berlaku bagi penyanyi senior, Ernie Djohan.

Penyanyi kelahiran Jakarta, 6 April 1951, itu masih tetap eksis meski usianya tak lagi muda. Buktinya, pelantun tembang hits Teluk Bayur itu masih kerap diminta mengisi acara musik di berbagai daerah. Bahkan, dalam waktu dekat dia bakal menggelar konser tunggal untuk memperingati 55 tahun perjalanan kariernya di dunia musik.

Bagi Ernie Djohan, menyanyi merupakan panggilan jiwa. Hal itulah yang menjadi semangatnya untuk terus menghibur banyak orang meski sempat dilarang pihak keluarga.

“Bagi saya, menyanyi itu panggilan jiwa. Padahal sempat dilarang sama keluarga. Cucu-cucu itu maunya saya istirahat di rumah saja. Tapi, yang namanya sudah passion mau dilarang kayak apa ya tetap nekat,” tutur Ernie Djohan saat berbincang dengan Solopos.com di Griya Solopos Jl. Adisucipto 190 Solo, Jumat (1/12/2017).

“Ini memang bukan era saya lagi. Tapi, di sisa hidup ini saya ingin tetap menghibur. Semua ini saya lakukan untuk mensyukuri nikmat Allah. Saya dikasih umur panjang dan kesehatan ya harus digunakan dengan baik. Salah satunya menghibur orang lain,” sambung dia.

Menjadi penyanyi merupakan impian Ernie Djohan sejak kecil. Dia masih ingat betul tingkah lucunya berlagak seperti penyanyi saat masa belia.

“Darah seni ini mengalir dari ibu saya. Dulu ibu saya punya cita-cita salah satu anaknya harus jadi penyanyi. Dan akhirnya saya yang jadi. Waktu kecil di Belanda dulu saya sering nyanyi sambil naik ke meja. Saya bayangkan meja itu kayak panggung. Jadi memang dari dulu sudah hobi. Kalau sekarang mau ditinggalkan begitu saja kan sayang,” kenangnya.

Dalam sejarah musik, nama Ernie Djohan lebih dulu tenar di negeri orang ketimbang Indonesia. Meski terlahir di Jakarta, masa kecil diva legendaris ini dihabiskan di Singapura. Ernie kali pertama bernyanyi di Radio Talentime Singapura pada 1962.

Pada tahun yang sama, Ernie mengikuti beberapa lomba tarik suara di Singapura antara lain Singapore’s Talentime dengan pencapaian masuk dalam 10 besar. Lalu Singapore All Schools Talentime juga di tahun yang sama dan berhasil meraih juara pertama. Inilah sebabnya dia lebih dikenal sebagai penyanyi Singapura.

Meski telah sukses di tanah rantau, Ernie Djohan tidak pernah melupakan kampung halamannya. Secara perlahan dia mulai merintis karier bermusik di Indonesia. Sampai akhirnya tahun 1970-an menjadi kejayaannya. Namanya melambung berkat lagu Teluk Bayur dan Kau Selalu di Hatiku.

“Saya ini sebenarnya lebih dikenal sebagai penyanyi Singapura. Kalau penyanyi lain mulai dari negara sendiri terus go internasional, saya malah kebalik. Go internasional dulu baru masuk ke dalam negeri. Sama sajalah prosesnya, semuanya butuh kerja keras. Pokoknya saya selalu melakukan yang terbaik. Perkara hasilnya biarkan Allah yang mengatur,” sambung dia.

Sebagai senior, Ernie Djohan berpesan kepada generasi muda untuk terus berkarya dalam bidang apa pun untuk membanggakan negara. Menurutnya, kehidupan akan terasa lebih indah jika seseorang mampu memberikan arti bagi orang lain.

“Generasi muda itu harus lebih semangat berkarya. Apapun kemampuannya, lakukan dengan tulus dan sungguh-sungguh untuk mengharumkan nama negara. Jangan pernah berpikir apa yang sudah diberikan negara kepada kita. Tapi, kita harus memberikan yang terbaik agar kehidupan lebih berarti,” tutup dia.

lowongan pekerjaan
PT.MERAPI ARSITA GRAHA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu terakhir ini beredar…