Ilustrasi (Dok. SOLOPOS)
Senin, 4 Desember 2017 22:42 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Dihantam Badai Cempaka, 11 Jembatan di Gunungkidul Butuh Biaya Rp30,9 Miliar

Perbaikan 11 jembatan rusak butuh puluhan miliar.

Solopos.com, GUNUNGKIDUL—Banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Gunungkidul menyebabkan 11 jembatan mengalami kerusakan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul pun saat ini telah melakukan pendataan untuk memperkirakan anggaran perbaikan jembatan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Edy Praptono mengatakan ada 11 jembatan yang kondisinya putus maupun anjlok. Sehingga sejumlah warga pun banyak yang terisolir, atau untuk menuju daerah lain harus memutar jalan puluhan kilometer melewati hutan.

Untuk itu pihaknya telah melakukan perhitungan biaya untuk segera melakukan perbaikan jembatan. “Total estimasi untuk perbaikan jembatan itu Rp30,9 miliar,” kata dia kepada wartawan Senin (4/12/2017).

Lanjutnya lagi, sekenario penganggaran nantinya akan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018. Selain itu juga pihaknya akan mengajukan anggaran dana ke Pemerintah Pusat atau provinsi. “Kami akan usulkan ke pusat dan provinsi karena mengingat keterbatasan anggaran di daerah,” ujarnya.

Edy mengatakan, untuk perbaikan jembatan kurang lebih akan memakan waktu enam hingga tujuh bulan. Untuk itu agar sejumlah sungai dapat lalui warga, maka pihaknya pun akan membangun bronjong sebagai penahan bahu sungai.

Baca juga : BADAI CEMPAKA : Jembatan Putus di Bantul Jadi Tontonan Warga

“Untuk setiap titik rata-rata membutuhkan dana Rp1,2 miliar, dan dana tersebut nantinya akan diambilkan dari dana tanggap darurat. Ini untuk darurat yang penting masyarakat bisa melintasinya dulu,” jelasnya.

Selain sejumlah jembatan yang rusak pihaknya juga telah melakukan pendataan jalan kabupaten yang mengalami kerusakan akibat banjir dan tanah longsor. Dari pendataan yang dilakukan, untuk perbaikan jalan kabupaten diperkirakan membutuhkan dana sebesar Rp6,5 miliar.

Baca juga : BADAI CEMPAKA : Sudah Delapan Jembatan di Bantul yang Lenyap Diterjang Banjir

Seperti diketahui, banjir dan tanah longsor melanda DIY pada pengujung November lalu akibat dampak munculnya Badai Cempaka yang terjadi di selatan Jawa. Hujan deras, banjir dan tanah longsor menelan korban jiwa dan merusak berbagai infrastruktur publik.

lowongan pekerjaan
PERUSAHAAN TEKSTIL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu terakhir ini beredar…