Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Rasyid Baswedan belajar membajak sawah di Desa Wisata Candran Museum Tani Jawa, Desa Kebonagung, Imogiri, Bantul , Rabu (19/7/2017) untuk mempromosikan pertanian kepada generasi muda. (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja) Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Rasyid Baswedan belajar membajak sawah di Desa Wisata Candran Museum Tani Jawa, Desa Kebonagung, Imogiri, Bantul , Rabu (19/7/2017) untuk mempromosikan pertanian kepada generasi muda. (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 4 Desember 2017 23:20 WIB Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Desa di Bantul Didorong Berinovasi dengan Dana Desa

Dana desa diharapkan dapat optimal untuk kesejahteraan masyarakat

Solopos.com, BANTUL–Dana desa diharapkan dapat optimal untuk kesejahteraan masyarakat. Selain itu juga masyarakat desa dituntut untuk selalu berinovasi.

Baca juga : DANA DESA BANTUL : Rp26 Miliar Belum Terserap, Ini Kendalanya

Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengajak survive dan mampu unggul di era globalisasi. “Dengan berinovasi pemerintah desa dapat memenuhi kebutuhan akan tuntunan pelayanan publik dan hasil pembangunan yang senantiasa berkembang bersama meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, baru-baru ini.

Dia juga mengajak agar semua elemen masyarakat harus mampu untuk meningkatkan program dan kegiatan pembangunan yang lebih bermakna bagi desa dan bukan sekedar untuk membelanjakan anggaran semata.

Halim berpesan kepada para kepala desa dengan adanya MOU Kemendes dan POLRI untuk pendampingan desa dan pengawasan penggunaan dana desa. “Jangan takut berinovasi, terus melangkah melakukan terobosan program dan optimalisasi potensi lokal. Serta libatkan anak muda,” katanya.

Menurut kepala bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat Desa, Bantul Ris Widodo mengatakan hingga saat ini permasalahan di desa cukup kompleks.

“Kondisi saat ini kita masih dihadapkan dengan permasalahan pemberdayaan masyarakat, mulai dari masalah pendidikan, permasalahan kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur,” ujarnya.

Menurutnya permasalahan tersebut harus dipecahakan dengan berkesinambungan anatar Sumber Daya Manusia, Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan keuangan yang ada.

Selain itu juga masyarakat juga dituntut inovatif dan peka terhadap potensi dan kebutuhan masyarakat yang ada. Pameran potensi desa juga perlu diadakan untuk menampilkan potensi yang ada dan saling tukar ide inovasi dari desa lain, perluasan potensi.

Pentingnya inovasi juga untuk memperkuat komitmen dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dalam upaya peanggulangan kemiskinan. Serta untuk memberi dorongan desa agar maju dan mandiri

lowongan pekerjaan
QUALITY CONTROL & ADMIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu terakhir ini beredar…