Anggota Tim SAR gabungan beserta warga membersihkan material longsoran di titik lokasi longsor di Dusun Duren, Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung, Pacitan, Jumat (1/12/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Senin, 4 Desember 2017 17:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

BENCANA PACITAN
Masa Tanggap Darurat Diperpanjang hingga 11 Desember 2017

Bencana Pacitan, masa tanggap darurat untuk menangani bencana di Pacitan diperpanjang.

Solopos.com, PACITAN — Masa tanggap darurat di Kabupaten Pacitan diperpanjang hingga 11 Desember 2017. Sebelumnya masa tanggap darurat ditetapkan Bupati Pacitan selama tujuh hari yaitu mulai 28 November hingga 4 Desember 2017.

Komandan Kodim 0801 Pacitan, Letkol Kav Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang, mengatakan hingga Senin (4/12/2017) siang, masih ada lima korban bencana belum ditemukan.

Lima korban yang belum ditemukan yaitu seorang korban banjir atas nama Bonatin, 50, warga Desa Kemuning Kecamatan Tegalombo. Empat korban longsor yaitu Yusup dan Inem, warga RT 005/RW 013, Dusun Wawaran, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung. Sarton dan Sipon, warga Dusun Gemah, Desa Ketro, Kecamatan Tulakan.

Aris menuturkan pada Minggu (3/12/2017), Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jasad korban tanah longsor di Kecamatan Arjosari. Korban itu bernama Tumadi, 77, warga Dusun Krajan, Desa Mlati, Kecamatan Arjosari.

Lebih lanjut, dia menuturkan akses jalan dan sulitnya medan di lokasi longsor menjadi kendala utama dalam proses pencarian korban. “Medannya parah. Roda empat tidak bisa masuk,” kata dia.

Hingga kini, tim tanggap darurat masih memptioritaskan untuk pencarian korban yang belum ditemukan dan pemulihan kebersihan kota termasuk sampah dan bangkai hewan. Selain itu, juga perbaikan tanggul yang jebol, perbaikan fasilitas pendidikan dan bantuan sarana alat-alat sekolah kepada murid.

lowongan pekerjaan
PERUSAHAAN TEKSTIL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu terakhir ini beredar…