Polisi bersama berbagai pihak membersihkan tanggul Sungai Wulan di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jateng, Minggu (3/12/2017). (Tribratanews.jateng.polri.go.id) Polisi bersama berbagai pihak membersihkan tanggul Sungai Wulan di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jateng, Minggu (3/12/2017). (Tribratanews.jateng.polri.go.id)
Senin, 4 Desember 2017 22:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

BENCANA JATENG
Antisipasi Banjir, Polisi Kudus Ajak Warga Bersihkan Sungai

Bencana banjir di Kabupaten Kudus, Jateng diantisipasi dengan pembersihan sungai yang dilakukan polisi dan warga.

Semarngpos.com, KUDUS – Demi mengantisipasi bencana banjir, polisi dari Polsek Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng) mengajak warga untuk membersihkan sungai setempat, Minggu (3/12/2017). Dikabarkan laman berita milik Polda Jateng, inisiatif atas upaya itu datang dari Polsek Undaan AKP Anwar.

Aksi polisi tersebut diikuti 117 orang yang terdiri atas anggota Polsek Undaan, anggota Koramil Undaan, BPBD Kudus, Camat Undaan, dan warga setempat. Anwar menjelaskan para peserta kerja bakti itu bersama-sama membersihkan pohon pisang dan sampah di sepanjang tanggul Sungai Wulan di Kecamatan Undaan.

Kapolsek menganggap pohon pisang di sepanjang tanggul dapat mengakibatkan bencana di wilayah Undaan, Kudus, Jateng yang menurutnya memang rawan terjadi banjir. “Banyaknya pohon pisang dan sampah daun di sekitar tanggul, akan mengakibatkan aliran sungai tidak lancar sehingga di saat air sungai naik tanggul bisa jebol, maka kerja bakti massal ini kita pusatkan di tanggul untuk menebang pohon pisang dan membersihkan sampah daun,” ungkap Anwar.

Aksi polisi bersama berbagai pihak demi mencegah banjir di Kudus itu juga dibarengi dengan sosialisasi kepada masyarakat agar tak kembali menanam pohon pisang di tanggul sungai. Bukan hanya itu, tanda larangan membuang sampah dan menanam pohon pisang pun disematkan di tanggul Sungai Wulan demi menjaga kebersihan sungai.

Pada kegiatan pencegahan bencana di salah satu wilayah di Jateng tersebut, Kapolsek Undaan AKP Anwar secara resmi memasang tanda larangan tersebut. Pemasangan pun disaksikan secara bersama-sama oleh camat Undaan, danramil Undaan, anggota DPRD Kudus Umi Waroh, serta puluhan warga Kecamatan Undaan. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
Salesman & Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu terakhir ini beredar…