Petani sedang berada di lahan melon yang terendam banjir, Minggu (3/12/2017). (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja) Petani sedang berada di lahan melon yang terendam banjir, Minggu (3/12/2017). (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 4 Desember 2017 15:55 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

BADAI CEMPAKA
Sudah Ditawar Rp45 Juta, Melon di Kulonprogo Malah Terendam Banjir

Petani di Dusun Gupit, Desa Karangsewu Galur Kulonprogo mengalami kerugian hingga jutaan rupiah

Solopos.com, KULONPROGO-Petani di Dusun Gupit, Desa Karangsewu Galur Kulonprogo mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Hal itu disebabkan lahan pertanian yang ditanami melon dan cabai terendam air, setelah diterjang banjir selama beberapa hari belakangan.

Baca juga : BANJIR KULONPROGO : Ini Penyebab Sawah Terendam Air

Badai siklon cempaka yang baru saja berlalu, menyisakan duka bagi petani yang mengolah ratusan hektar lahan dan sawah di Galur dan Panjatan. Tingginya curah hujan dan air kiriman banjir, membuat tanaman melon yang semestinya sudah memasuki masa panen, justru terendam air hingga setinggi 50 sentimeter. Akibatnya melon membusuk dan tidak bisa dipanen.

Salah seorang petani melon, Suripto menyatakan, sebelumnya ia sudah bertransaksi dengan pembeli melon. Pembeli tersebut berencana membeli melon dari tiga rit lahan melon, dengan total harga Rp45 juta.

“Per rit deal Rp15 juta. Seharusnya saya panen namun bertepatan saat cuaca buruk datang itu,” ungkapnya, Minggu (3/12/2017).

Sementara itu, petani cabai di dusun setempat, Dwi Kusrini mengatakan, tanaman cabai yang baru dipanennya sebanyak dua kali, dipastikan akan membusuk dan tidak lagi berbuah. Padahal, saat ini menurutnya, petani cabai belum mendapat keuntungan dari hasil panen cabai yang mereka tanam.

“Kalau seperti ini kami akan mengganti tanaman dengan tanaman lain seperti padi dan palawija. Supaya tidak rugi, kalau cuaca memburuk seperti sekarang,” terangnya.

lowongan pekerjaan
Salesman & Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu terakhir ini beredar…