Sulistyo duduk didepan posko pengungsian di Kebonagung, Imogiri, Rabu (29/11/2017). (Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo) Sulistyo duduk didepan posko pengungsian di Kebonagung, Imogiri, Rabu (29/11/2017). (Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo)
Minggu, 3 Desember 2017 13:20 WIB Sleman Share :

Warga Terdampak Badai Cempaka Butuh Alat Kebersihan dan Air Bersih

PMI akan melanjutkan pelayanan distribusi air bersih dan bantuan logistik

Solopos.com, SLEMAN-Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY) terus mengerahkan bantuan untuk masyarakat terdampak longsor, banjir, pohon tumbang karena Badai Cempaka. Kebutuhan mendesak saat ini adalah alat kebersihan.

Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo mengatakan, saat ini masyarakat terdampak terutama di Gunungkidul, Bantul, dan Kulonprogo masih membutuhkan alat kebersihan seperti sekop, ember, alat pel, cairan pembersih, dan lainnya. Mereka juga sangat membutuhkan air bersih, kebutuhan bayi, lansia, ibu hamil, hygiene kit, selimut, alat penerangan, dan bak air.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat, pihak swasta atau donatur turut membantu kebutuhan masyarakat di wilayah DIY melalui PMI. Untuk respons selanjutnya, PMI akan melanjutkan pelayanan distribusi air bersih dan bantuan logistik, pelayanan kesehatan, pembersihan, well cleaning, dapur umum ditambah dengan pelayanan promosi kesehatan dan dukungan psikososial.

“Masyarakat, pihak swasta atau donatur yang akan membantu bisa langsung menghubungi Posko PMI DIY, melalui telepon [0274] 6499652 atau melalui rekening Bank Mandiri Kc Yogyakarta Sudirman An Penanggulangan Bencana PMI DIY, No Rek 1370007449594,” ujar Gusti Prabu dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Minggu (3/12/2017).

Gusti Prabu berterima kasih sekaligus mengajak seluruh lapisan masyarakat, pemerintah, swasta dan media untuk terus bersama PMI DIY membantu masyarakat di daerah-daerah yang terkena dampak siklon tropis Cempaka di DIY. Sampai dengan 2 Desember, donasi yang masuk ke rekening PMI DIY telah terkumpul sebesar Rp14,059 juta.

Sampai dengan Sabtu (2/12/2017), PMI DIY telah mengerahkan sejumlah 272 sukarelawan, tiga truk tangki air, empat perahu karet, 16 ambulans serta mendistribusikan 1.480 selimut, 70 terpaulin, 110 baby kit, 255 hygine kit, 30 family kit, 50 kitchen set dan 150 jerigen. “PMI juga telah menerjunkan tim kesehatan melayani masyarakat di 3 kecamatan yakni wilayah Bantul di Jetis dan Imogiri, sedangkan Kulonprogo di Kecamatan Panjatan. Distribusi air bersih di dua kecamatan, Paliyan Gunungkidul dan Imogiri Bantul sebanyak 45.300 liter air bersih,” tutur Arif Rianto Budi Nugroho, Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI DIY.

Arif menambahkan, distribusi air terutama untuk daerah terdampak banjir yang memang sangat membutuhkan air bersih. “Kami juga telah melakukan pembersihan di daerah Imogiri dan Paliyan, mendistribusikan makanan melalui layanan dapur umum di Desa Sriharjo, Imogri, Bantul. Well Cleaning di SMPN 2 Imogiri, TK PKK 91 Sariharjo, Masjid di Sompok Bantul. Di Paliyan Gunungkidul, selain pembersihan lokasi, sukarelawan juga membuatkan tandon air dari terpal”, imbuh Arif.

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu terakhir ini beredar…