UPN Veteran Yogyakarta (IST UPN Veteran) UPN Veteran Yogyakarta (IST UPN Veteran)
Minggu, 3 Desember 2017 03:20 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

UPN Bentuk Menwa Cyber, Mahasiswa seperti Apa yang Direkrut?

Pembentukan Menwa Cyber itu tak lepas dari banyaknya permasalahan di dunia maya

Solopos.com, SLEMAN-Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jogja membentu Resimen Mahasiswa (Menwa) Cyber yang berasal dari perwakilan berbagai fakultas di kampus tersebut. Mahasiswa yang direkrut harus memenuhi kriteria tertentu.

Rektor UPN Veteran Jogja Profesor Sari Bahagiarti menjelaskan, mahasiswa yang direkrut menjadi anggota Menwa Cyber merupakan mahasiswa yang memiliki minat dan kemampuan di bidang penggunaan teknologi informasi. Pada tahap awal mereka diberikan sejumlah materi workshop, antara lain workshop iOS and android forensic, dan workshop security assessment.

Karena masih embrio, jumlahnya masih terbatas dan akan terus dikembangkan. “Mereka adalah para mahasiswa yang menguasai teknologi informasi dan komunikasi,” ujar dia kepada Harian Jogja, Selasa (28/11/2017).

Ia menambahkan, pembentukan Menwa Cyber itu tak lepas dari banyaknya permasalahan di dunia maya. Mulai dari penyalahgunaan pesan singkat, penipuan, plagiarisme, ancaman, pembajakan akun hingga ke sektor perbankan dan perdagangan.

Pada sektor pertahanan, ancaman dapat berupa pemanfaatan cyberspace untuk kegiatan radikalisme, terorisme hingga aktivitas cuci otak yang dapat mengancam NKRI. Guna mengantisipasi perang jenis itu, maka di era informasi saat ini dikenal dengan istilah peran modern sehingga diperlukan kolaborasi dari berbagai intansi tak terkecuali perguruan tinggi.

Baca juga : UPN Bentuk Menwa Cyber Tangkal Ancaman Dunia Maya

Adapun pembentuk Menwa Cyber itu bersamaan dengan Seminar bertajuk Menjaga Keamanan dan Menghadapi Cyber Warfare untuk Memperkokoh Kedaulatan NKRI. Ketua Panitia Seminar Frans Richard Kodong menjelaskan, seminar itu untuk mendorong generasi muda untuk berkontribusi secara positif dalam hal keamanan siber.

Padahal keamanan siber ini merupakan hal yang kompleks dan membutuhkan keterlibatan multistakeholder mulai dari pemerintah, industri, praktisi hingga akademisi dan masyarakat. Keterlibatan masyarakat dalam suatu perang semesta di dunia siber merupakan hal yang mutlak dan tak terhindarkan.

“Dalam hal hacker atau peretas kadang salah mempersepsikan mereka sebagai kegiatan negatif padahal ada yang mengistilahkan white hat hacker atau hacker yang baik. Satu yang perlu diingat, hacker yang patriot akan menjaga nama baik bangsa dan akan siap membela negara saat dibutuhkan,” tegasnya.

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu terakhir ini beredar…