Ilustrasi bermain game online (Youtube) Ilustrasi bermain game online (Youtube)
Minggu, 3 Desember 2017 08:40 WIB JIBI/Solopos.com/Okezone Komputer Share :

Remaja Ini Kecanduan Game hingga Habiskan Rp175 Juta

Karena merasa kencanduan, ia pun menuliskan surat terbuka kepada pengembang game EA.

Solopos.com, NEW YORK – Seorang remaja berusia 19 tahun mengaku kecanduan bermain game hingga menghabiskan duit yang tak sedikit. Ia telah bermain game dalam beberapa tahun belakangan ini.

Ia juga diketahui senang melakukan pembayaran item di beberapa game. Ia mengklaim telah menghabiskan US$13.000 atau sekira Rp175 juta.

Remaja yang tak diketahui namanya itu kemudian menceritakan kecanduannya kepada pengembang game di Forum Reddit. Mengutip halaman Ubergizmo, Jumat (1/12/2017), untuk mendapatkan uang tersebut ia rela bekerja paruh waktu dan hampir dikeluarkan dari sekolahnya.

Dalam unggahannya di situs Reddit, remaja dengan nama akun Kensgold itu juga menunjukkan bukti pembayaran bank untuk game yang ia mainkan. Beberapa di antaranya adalah Counter-Strike: Global Offensive, Smite, dan The Hobbit: Kindoms of Middle-earth.

Karena merasa kencanduan, ia pun menuliskan surat terbuka kepada pengembang game, Electronic Arts (EA), yang isinya meminta pengembang game untuk mempertimbangkan efek dari mikrotransaksi.

“Masalah saya berasal dari masalah yang lebih dalam, kecanduan saya terhadap perjudian. Kecanduan ini adalah kegagalan pribadi saya dan alasan mengapa saya sama sekali tidak bisa berada dalam hati nurani yang baik membeli game yang menawarkan peti jarahan,” katanya.

“Jadi tolong lagi luangkan waktu untuk merenung. Tidak ada undang-undang yang berlaku untuk melindungi kaum muda bangsa kita dan orang lain menyukainya. Saya adalah salah satu dari banyak orang yang terluka karena itu. Bantu aku mencegahnya terjadi pada generasi berikutnya, beri mereka kesempatan yang tidak pernah kumiliki,” imbuhnya.

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu terakhir ini beredar…