Kampanye Berlian di GOR Samapta, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Jateng, Sabtu (2/12/2017). (Istimewa/JIBI/Semarangpos.com) Kampanye Berlian di GOR Samapta, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Jateng, Sabtu (2/12/2017). (Istimewa/JIBI/Semarangpos.com)
Minggu, 3 Desember 2017 03:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

Perkuat Perlindungan Anak, KPAD Magelang Dibentuk

Perlindungan anak di Kota Magelang diperkuat dengan dikukuhkannya KPAD Magelang.

Solopos.com, SEMARANG – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susiana Yambise, Sekretaris Menteri PPPA Pribudiharta Nur Sitepu, Anggota Komisi VIII DPR RI Khoirul Muna, dan Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati hadir di GOR Samapta, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (2/12/2017), dalam rangkaian Kampanye Bersama Lindungi Anak (Berlian).

Dalam acara yang didatangi tokoh-tokoh tersebut, dikukuhkan pula pembentukan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Magelang dan pencanangan program RW Ramah Anak. Dalam sambutannya pada acara tersebut, Yohana mengatakan pencanangan program RW Ramah Anak merupakan bentuk perlindungan anak dari tingkat masyarakat terendah dan merupakan wujud komitmen Pemkot Magelang sebagai salah satu yang menyandang perdikat Kota Layak Anak.

Selain itu, menurutnya, KPAD Kota Magelang yang dikukuhkan pada acara tersebut merupakan bentuk upaya pemerintah memerkuat perlindungan kepada anak. “Kehadiran KPAD Kota Magelang juga merupakan bentuk penguatan kelembagaan untuk perlindungan anak,” ungkap Yohana seperti pada siaran pers yang diterima Semarangpos.com, Kamis (2/12/2017).

Sementara itu, Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati mengapresiasi terbentuknya KPAD Kota Magelang yang merupakan KPAD pertama di Jateng. “Penguatan perlindungan anak perlu terus diupayakan di antaranya dengan proses pengawasan dan pembuatan kebijakan yang tepat untuk pencegahan, penanganan dan rehabilitasi kasus-kasus kekerasan terhadap anak. Hadirnya KPAD akan menguatkan upaya perlindungan anak dari kekerasan di Kota Magelang,” papar Rita.

Di samping itu, KPAI juga menyanjung upaya anggota komisi VIII DPR RI Khoirul Muna yang menuurutnya telah menjembatani rencana pendirian KPAD dengan pemerintah daerah Kota Magelang. “Komitmen Gus Muna [sapaan akrab Khoirul Muna] dalam membangun perlindungan anak perlu menjadi contoh bagi wakil rakyat lainnya untuk membangun masyarakatnya melalui penguatan kelembagaan KPAD,” tandas Rita.

Menurut data yang disampaian KPAI pada siaran persnya, kekerasan terhadap anak seakan-akan mirip fenomena gunung es, tidak terlihat namun ada. KPAI juga menyatakan kekerasan seksual, pornografi, hingga perkawinan dini masih terjadi di kalangan anak-anak. KPAI mngimbau kepada semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat untuk menguatkan perlindungan anak agar kasus-kasus tersebut dapat dicegah dan bahkan dihentikan. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu terakhir ini beredar…