Macan Tutul
Minggu, 3 Desember 2017 10:00 WIB JIBI/Solopos.com/Okezone Peristiwa Share :

Macan Tutul Dibunuh Gara-Gara Serang Warga Hingga Tewas

Media lokal memberitakan warga desa yang marah menyerang hewan tersebut dan memakan dagingnya.

Solopos.com, ASSAM – Satu macan tutul dibunuh oleh warga yang marah setelah hewan tersebut menyerang hingga tewas seorang perempuan tua di Negara Bagian Assam di bagian timur-laut India.

Dilansir Xinhua, Sabtu (2/12/2017), macan tutul itu dibunuh di Desa Joypur di Kabupaten Dibrugarh, sekitar 435 kilometer di sebelah timur-laut Dispur, Ibu Kota Negara Bagian Assam, Jumat 1 Desember 2017.

“Hari ini, satu macan tutul berkeliaran ke dalam desa di sini dan membunuh seorang perempuan yang berumur 60 tahun,” kata seorang pejabat margasatwa, sebagaimana dilaporkan Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu (2/12/2017).

“Ini membuat marah warga, yang bersenjatakan pentungan dan senjata tajam. Massa yang terkena hasutan mengepung hewan liar itu dan membunuhnya sebagai pembalasan.”

Menurut para pejabat margasatwa, macan tutul tersebut secara tak sengaja berkeliaran ke dalam desa dari daerah hutan di dekatnya. Hewan itu diduga sedang mencari makanan.

Media lokal memberitakan warga desa yang marah menyerang hewan tersebut dan memakan dagingnya.

“Massa kemudian terus mengkonsumsi daging macan tutul tersebut sebagai pembalasan,” kata televisi saluran berita yang berpusat di New Delhi, NDTV. “Satu gambar memperlihatkan cakar macan tutul itu, satu-satunya bagian tubuh hewan tersebut yang tersisa setelah warga desa mengkonsumsi daging macan tutul itu.” Beberapa pejabat mengatakan empat warga desa menderita cedera saat macan tutul tersebut berusaha menyelamatkan diri dari pengepungan yang dilakukan oleh warga desa.

Para pejabat margasatwa mengatakan macan tutul berkeliaran ke daerah permukiman biasanya untuk mencari makanan. Namun, kehadiran manusia membuat mereka tidak aman, sehingga hewan itu kemudian menyerang manusia.

Kadangkala hewan tersebut diserang oleh warga desa yang ketakutan sebagai pembalasan yang juga terbukti mematikan buat mereka.

Ada peraturan ketat yang diberlakukan di India terhadap orang yang membunuh hewan liar.

Para ahli margasatwa mengatakan urbanisasi massal, penggundulan hutan, penggerogotan lahan hutan, hilangnya zona penyangga di hutan dan pengambilan tanaman obat adalah sebagian penyebab meningkatnya konflik antara manusia dan hewan.

Setiap tahun, banyak orang terbunuh atau cedera dalam konflik yang meningkat manusia-hewan di seluruh India.

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu terakhir ini beredar…