Ilustrasi hanyut (JIBI/Dok. solopos.com) Ilustrasi hanyut (JIBI/Dok. solopos.com)
Minggu, 3 Desember 2017 01:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KECELAKAAN AIR
Tim SAR Temukan Pemancing Hilang di Pantai Karang Bolong

Kecelakaan air menimpa pemancing di Pantai Karang Bolong, Kebumen.

Solopos.com, KEBUMEN – Tim Search And Rescue (SAR) gabungan menemukan satu dari dua pemancing yang mengalami kecelakaan air akibat terseret ombak Pantai Karang Bolong, Kebumen, Jawa Tengah (Jateng). Pemancing tersebut ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa, Sabtu (2/12/2017) sore sekitar pukul 17.00 WIB.

“Korban yang kami temukan atas nama Jabarudin Sadewa. Tubuh korban kali pertama terpantau tim dalam posisi mengapung. Kemudian, dengan perahu katir milik SAR Lawet Perkasa, tim mengevaluasi jenazah korban yang berjarak 1 km sebelah barat daya lokasi dia terseret ombak,” terang Koordinator Basarnas Pos SAR Cilacap, Mulwahyono, dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu petang.

Jenazah warga Desa Tambakmulyo, Kecamatan Puring, Kebumen itu, berhasil dievakuasi tim SAR gabungan sekitar pukul 17.50 dan langsung dibawa ke rumah duka.

Diberitakan Semarangpos.com sebelumnya, Jabarudin merupakan satu dari empat orang pemancing yang terseret ombak Pantai Karang Bolong.

Keempat pemancing yang mengalami kecelakaan air itu semula berusaha menyelamatkan diri dengan berenang ketepian pantai. Namun, dari empat pemancing itu hanya dua di antaranya yang berhasil mencapai ke tepi pantai, yakni Junaedi, 19, dan Suparja, 35.
Sementara, Jabarudin dan temannya, Riki Asmari, 31, gagal mencapai ke tepi dan terseret ombak ke tengah Pantai Karang Bolong.

“Operasi SAR gabungan terus kami lanjutkan untuk mencari korban Riki. Kondisi cuaca saat pencarian tadi cukup bagus, dengan ketinggian ombak berkisar 2 meter-4 meter,” tutur Mulwahyono.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
Salesman & Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu terakhir ini beredar…