Karina Nadila (Instagram @mariophotographie) Karina Nadila (Instagram @mariophotographie)
Minggu, 3 Desember 2017 17:30 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Issue Share :

Kalah di Miss Supranational 2017, Karina Nadila Batal Traktir Penggemar

Karina Nadila meminta maaf batal mentraktir penggemar karena kalah di Miss Supranational 2017.

Solopos.com, SOLO – Perjuangan Karina Nadila Niab di kontes kecantikan Miss Supranational 2017 telah berakhir. Wanita yang menyandang gelar Puteri Indonesia Pariwisata 2017 itu tidak berhasil menjadi juara. Dia hanya berhasil lolos ke babak top 25 berkat dukungan dari penggemar.

Pada malam grand final yang digelar di Municipal Sport and Recreation Center, Krynica-Zdroj, Polandia, Jumat (1/12/2017), waktu setempat atau Sabtu (2/12/2017), pukul 02.00 WIB, Karina Nadila diumumkan sebagai pemenang penghargaan spesial, Vodi Fan Favourite 2017.

Penghargaan itu diperoleh lantaran dia meraih dukungan tertinggi dalam voting yang dilakukan melalui aplikasi Vodi sejak karantina Miss Supranational dimulai pertengahan November 2017 lalu.

Meski tidak meraih gelar juara, Karina Nadila tetap bangga bisa mewakili Indonesia bersaing dengan 67 kontestan dari berbagai negara di ajang bergengsi itu. Kebahagiaan itu diungkapkan Karina dengan mengunggah selempang penghargaan spesial yang diraih melalui laman Instagram-nya, @karinadila8921.

Permintaan maaf Karina batal traktir penggemar (Instagram @karinadila8921)

Permintaan maaf Karina batal traktir penggemar (Instagram @karinadila8921)

“Sungguh merupakan pengalaman luar biasa berada di sini bersama para wanita menakjubkan dari berbagai negara. Saya merasa bangga bisa mewakili Indonesia di pentas internasional ini. Saya tahu dan sangat percaya tadi malam jutaan orang bersorak, berdoa, dan mendukung saya. Terima kasih,” tulis Karina sebagai caption dalam unggahannya, Sabtu (2/12/2017).

Karina Nadila mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Puteri Indonesia yang telah memberikannya kesempatan berkompetisi di Miss Supranational 2017. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah mendukungnya. Tak lupa, dia meminta maaf karena batal mentraktir ayam goreng untuk para pendukung lantaran gagal menjadi juara.

“Terima kasih untuk semua pageant lovers Indonesia yang rela membuat jari-jarinya keriting setiap hari untuk voting aku, sehingga Indonesia bisa dipanggil di top 25 dan dapat Vodi Fan Favourite. Maafin ya aku enggak jadi traktir KFC,” tutup dia.

Meski tak berhasil meraih gelar juara, ternyata perjuangan Karina Nadila tetap membuat netizen bangga. Mereka justru berniat mentraktir ayam goreng favorit Karina setelah dia kembali ke Indonesia. (baca: Indonesia Masuk 10 Besar Miss Supranational 2016)

“Tetap semangat ya Kak Nina. Aku bangga banget sama kakak. Nanti kalau ketemu aku deh yang traktir kakak KFC. Semoga sukses terus ya kak,” komentar @fajarmo.

“Nina, pengin banget makan di KFC ya? Kita aja yang traktir gimana? Pas kamu pulang nanti kita meet and greet di KFC, tapi bayar masing-masing,” celetuk @jaslegos.

“Nina masih inget aja sama janjinya. Padahal kalau menang pun enggak terlalu mikir ditraktir KFC, terharu banget,” sambung @denardian1612.

Miss Supranational merupakan kontes kecantikan yang mengembangkan program acara unik untuk televisi internasional. Ajang ini diprakarsai oleh World Beauty Association yang berpusat di Panama. Pemenang ajang ini harus memiliki kecantikan alami dan keanggunan, sesuai dengan motonya, glamour, fashion, and natural beauty.

Jawara Miss Supranational tahun ini adalah wakil Korea Selatan, Jenny Kim. Dia merupakan mahasiswa Universitas Ewha Korea yang pernah tinggal di Indonesia. Sementara, posisi kedua diduduki oleh peserta dari Kolumbia, Tica Martinez. Posisi ketiga ditempati oleh wakil Rumania, Bianca Tirsin. Sementara peserta dari Ethiopia Bitaniya Yosef dan Puerto Rico, Larissa Santiago, masing-masing mendapatkan peringkat empat dan lima.

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu terakhir ini beredar…