Ilustrasi tanah longsor (JIBI/Solopos/Antara) Ilustrasi tanah longsor (JIBI/Solopos/Antara)
Minggu, 3 Desember 2017 06:20 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Jumlah Pengungsi di Jogja Mulai Berkurang

Mulai Jumat lalu pengiriman bahan makanan dihentikan karena sudah banyak

Solopos.com, JOGJA-Jumlah pengungsi di Jogja sudah mulai berkurang karana warga sudah pada kembali ke rumah. Beberapa KK yang masih mengungsi karena kondisinya membahayakan seperti di Juminahan, Jlagran, dan Darakan, Kotagede.

Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Bayu Wijayanto mengatakan, untuk bantuan makanan bagi pengungsi, Bayu memastikan masih cukup. “Bantuan makanan tidak hanya didrop dari BPBD, tetapi juga dari Tagana
Dinas Sosial Kota Jogja,” papar dia, Sabtu (2/12/2017).

Belum lagi bantuan dari masyarakat dan swasta yang langsung menyalurkan ke lokasi bencana. Sementara, untuk perbaikan talut, Bayu menyatakan, dana darurat Rp450 juta yang ada di BPBD Kota Jogja sudah mulai digunakan sejak tiga hari terakhir untuk perbaikan sedangkan, seperti pembuatan talut sementara dengan karung dan pasir, menutup bekas longsor dengan terpal, serta bantuan untuk kerja bakti seperti angkong, pacul, sekop, dan linggis dudah di kirim ke lokasi bencana.

Baca juga : Aduh, 30 Rumah di Juminahan Terancam Longsor

“Rencananya besok [hari ini] semua warga termasuk pemerintah akan kerja bakti bersama dengan gerakan bersama pembersihan lingkungan Jogja Tangguh di 15 titik lokasi bencana,” ujar Bayu.

Kepala Bidang Perlindungan Sosial Dinas Sosial Kota Jogja Iriantoko Edi Pernomo mengatakan, instansinya sudah menyalurkan beras sebanyak lima kwintal dan berbagai bahan makanan untuk pengungsi. Mulai Jumat lalu pengiriman bahan makanan dihentikan karena sudah banyak. Pihaknya masih ada sekitar tiga kwintal beras dan bahan makanan jika sewaktu-waktu dibutuhkan akan segera dikirim.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja Tri Agus Haryono mengatakan, kerusakan infrasruktur akibat bencana akibat bencana longsor lebih dari Rp10 miliar. Pihaknya baru bisa memperbaiki talut permanen pada awal tahun depan. Namun perbaikan sementara tetap dilakukan.

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu terakhir ini beredar…