Petugas dari Binamarga DPUP-KP Sleman melakukan perbaikan kerusakan jalan Gedang Bawah Sidorejo Prambanan, Jumat (1/12/2017). (Harian Jogja/Abdul Hamid Razak) Petugas dari Binamarga DPUP-KP Sleman melakukan perbaikan kerusakan jalan Gedang Bawah Sidorejo Prambanan, Jumat (1/12/2017). (Harian Jogja/Abdul Hamid Razak)
Minggu, 3 Desember 2017 19:20 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Infrastruktur dan Pertanian di Sleman Rusak Akibat Badai Cempaka

Pendataan lebih difokuskan ke wilayah bencana di Prambanan karena kondisi kerusakannya mendesak untuk diperbaiki

Solopos.com, SLEMAN-Sejumlah infrastruktur dan lahan pertanian di wilayah Sleman rusak akibat badai Cempaka beberapa hari lalu. Total kerugian masih dihitung.

Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUP KP) Sleman Subhan mengatakan, kerusakan jalan akibat banjir masih terus dilakukan pendataan. Hanya saja, untuk wilayah Prambanan kerusakan infrastruktur jalan sudah dialokasikan dari anggaran rutin pemeliharaan jalan.

“Nilai perbaikannya sekitar Rp120 juta. Itu anggaran sementara agar tidak membebani APBD,” katanya kepada Harian Jogja, Jumat (1/12/2017).

Pendataan lebih difokuskan ke wilayah bencana di Prambanan karena kondisi kerusakannya mendesak untuk diperbaiki. Misalnya, untuk jalan Gedang Bawah, Sambirejo yang longsor. Binamarga mengalokasikan anggaran untuk pemasangan bronjong 80 meterkubik senilai Rp52,5 juta dan urugan sirtu 160 meterkubik senilai Rp30 juta. Total anggarannya Rp89,6 juta.

Di titik lain yang juga longsor, Binamarga menganggarkan Rp56 juta untuk urugan sirtu dan beton. Anggaran tersebut belum termasuk total perbaikan kerusakan infrastruktur lainnya yang masih dilakukan pendataan. “Perbaikan jalan masih dalam proses. Data-data kerusakan (sebagian) sudah kami serahkan ke BPBD Sleman,” ujarnya.

Terpisah, Kasi Produksi Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Sleman Sumarno mengatakan, dampak terparah terkait banjir untuk lahan pertanian terjadi di wilayah Prambanan. Hanya saja, pendataan masih dilakukan oleh petugas sehingga ia belum mengetahui sejauh mana kerusakan akibat banjir beberapa hari lalu. “Kemarin hanya tergenang banjir tapi sejauh mana kerusakannya masih didata,” katanya.

Berdasarkan laporan yang diterima, lanjut Sumarno, lahan tanaman padi yang tergenang masih berumur 40 hari. Total jumlah sementara lahan pertanian yang tergenang banjir 12 hektare. Untuk sementara, pihaknya belum merumuskan pemberian bantuan. “Semua padi jenis impari 10 tergenang air seluas lima ha di wilayah Jurugan, lima ha Gambaran.  Adapun di wilayah Kenaran dan Daleman masing-masing satu ha. Sekarang kemungkinan sudah surut,” jelasnya.

Berdasarkan pengamatan Harian Jogja di wilayah Wukirharjo, Prambanan, sejumlah tanaman padi rusak akibat banjir bandang yang melanda kawasan Losari 2. Padahal padi tersebut baru sekitar sebulan lalu ditanami oleh warga. Selain bercampur lumpur, sebagian kecil padi di lahan pertanian sekitar SMPN 2 Prambanan juga rusak akibat terjangan banjir.

lowongan pekerjaan
Impressions Body Care Center, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu terakhir ini beredar…