Tim mahasiswa UNY masing-masing mengangkat medali yang diperolehnya dalam ajang International Invention and Innovative Competition (InIIC) seri kedua 2017. (IST/Dok UNY) Tim mahasiswa UNY masing-masing mengangkat medali yang diperolehnya dalam ajang International Invention and Innovative Competition (InIIC) seri kedua 2017. (IST/Dok UNY)
Minggu, 3 Desember 2017 08:20 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Hajj Trainer, Aplikasi Pelatihan Haji Karya Mahasiswa UNY

Hajj Trainer merupakan aplikasi pelatihan haji yang memanfaatkan ponsel pintar berbasis android dan teknologi virtual reality

Solopos.com, SLEMAN-Tim dari mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil menciptakan aplikasi Hajj Trainer sebagai menu pelatihan ibadah haji melalui ponsel android.

Karya itu berhasil mengantar lima mahasiswa UNY memperoleh medali perak dalam gelaran International Invention and Innovative Competition (InIIC) seri kedua 2017 di Pahang, Malaysia, Minggu (18/11/2017) pekan lalu.

Tim Hajj Trainer dari UNY terdiri atas Dwi Novita Sari dari Prodi Pendidikan Akuntansi, Novi Syaifatun Kamala Prodi Akuntansi 2016, Anindya Muliawati berasal dari Prodi Pendidikan Ekonomi angkatan 2016, Fajar Indra Prasetyo Pendidikan Ekonomi 2014, dan Brian Dwi Murdianto dari Pendidikan Teknik Informatika 2014. Mereka diasuh Adeng Pustikaningsih selaku dosen pembimbing.

Anindya Muliawati menjelaskan, munculnya ide aplikasi setelah melihat paman dan bibinya yang sedikit terkendala dalam menghafalkan doa-doa untuk pelaksanaan ibadah haji yang diketahuinya beberapa bulan lalu. “Saya kemudian berpikir bagaimana caranya membantu para jamaah calon haji supaya lebih cepat memahami tata cara ibadah haji dan bisa diulang-ulang di mana pun mereka inginkan,” terangnya dalam rilis kepada Harian Jogja, Sabtu (2/12/2017).

Ia menambahkan, Hajj Trainer merupakan aplikasi pelatihan haji yang memanfaatkan ponsel pintar berbasis android dan teknologi virtual reality. Melalui aplikasi tersebut, jamaah calon haji bisa berlatih dengan pembimbingan berupa video dan suara sekaligus. Karena memanfaatkan fitur text-to-speech pada Google, sehingga jamaah calon haji dapat mendengarkan secara langsung bimbingan haji tersebut.

“Selain fitur suara, pemakaian virtual reality box seolah akan menempatkan si pengguna berada secara langsung di lokasi ibadah Haji. VR Box ini termasuk alat yang dikenakan di kepala di mana mata pengguna akan langsung berhadapan dengan layar ponsel, sehingga seolah-olah pengguna ada di tempat yang terlihat di layar ponsel,” jelasnya.

Fajar Indra Prasetyo menambahkan, dalam prosesnya, aplikasi itu beroperasi dengan dibantu sensor-sensor yang ada pada ponsel pintar, setiap gerakan pengguna juga bisa dirasakan langsung melalui VR Box tersebut. Ketika pengguna bergerak maju, di VR Box juga akan mengalami gerakan maju. “Keunikan ini yang membedakan kami dari aplikasi tim-tim lain,” terang dia.

Dalam InIIC 2017 diikuti lebih dari 180 tim dan setiap tim wajib mempresentasikan karyanya melalui stan yang didirikan selama acara berlangsung. Tim Hajj Trainer tergabung dalam kategori higher students, bersaing dengan lebih dari 100 tim dari perguruan tinggi lain.

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu terakhir ini beredar…