Pasar Arjosari yang berlokasi di Desa Arjosari, Kecamatan Arjosari, Pacitan, terendam lumpur dan air, Rabu (29/11/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Pasar Arjosari yang berlokasi di Desa Arjosari, Kecamatan Arjosari, Pacitan, terendam lumpur dan air, Rabu (29/11/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Minggu, 3 Desember 2017 09:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

BENCANA PACITAN
Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Arjosari Meroket Pascabanjir

Bencana Pacitan, harga sejumlah barang kebutuhan pokok naik setelah banjir melanda.

Solopos.com, PACITAN — Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pacitan melonjak tinggi setelah peristiwa bencana banjir bandang yang terjadi pada Selasa (28/11/2017). Salah satu penyebabnya stok barang kebutuhan pokok minim setelah diterjang banjir.

Pantauan Madiunpos.com di Pasar Arjosari, Sabtu (2/11/2017), sejumlah pedagang mulai berjualan di depan pasar. Hanya ada beberapa pedagang di pasar itu yang membuka kiosnya.

Pedagang lebih memilih berjualan di trotoar depan pasar yang lokasinya tidak terkena lumpur. Di pasar itu juga terlihat kepadataan warga yang sedang membersihkan barang dagangannya setelah diterjang banjir.

Seorang pedagang di Pasar Arjosari, Tumilah, 60, mengatakan seluruh barang kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi. Kenaikan harga ini karena memang stok yang tersedia sangat terbatas.

“Seluruh barang dagangan saya seperti bumbu dapur, sayuran, cabai, telur hanyut semua terbawa banjir. Ini yang saya jual barang yang kemarin saya bawa ke rumah,” jelas dia.

Warga Arjosari ini menuturkan harga seluruh jenis cabai saat ini Rp50.000 per kg padahal sebelumnya Rp25.000 per kg. Telur yang awalnya Rp20.000/kg kini Rp30.000. Seluruh jenis sayuran sebentel seharga Rp10.000. Bawang merah dan bawang putih saat ini seharga Rp40.000/kg.

Tumilah menuturkan saat ini diatributor barang bahan makanan belum sampai ke Pacitan. Mereka terjebak di akses jalan yang banyak terputus karena longsor.

“Saya mengalami kerugian mencapai Rp10 juta. Semua barang dagangan saya hanyut,” jelas dia.

Pedagang daging ayam di Pasar Arjosari, Tarwiyah, mengatakan harga daging ayam setelah bencana banjir Rp34.000/kg. Ini mengalami kenaikan Rp4.000 dari sebelumnya seharga Rp30.000/kg.

Dia menyampaikan untuk harga daging ayam memang tidak mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Hal ini karena stok masih cukup tersedia.

“Saya baru berjualan hari Kamis. Saya berjualan di trotoar pasar karena kios di dalam pasar masih dipenuhi lumpur,” jelas dia.

lowongan pekerjaan
PT. Merak Jaya Abadi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…