PLN Distribusi Jateng dan Yogyakarta lakukan respons cepat atasi dampak badai siklon tropis, pada hari Kamis (30/11/2017). (IST/Dok PLN) PLN Distribusi Jateng dan Yogyakarta lakukan respons cepat atasi dampak badai siklon tropis, pada hari Kamis (30/11/2017). (IST/Dok PLN)
Minggu, 3 Desember 2017 20:20 WIB Kota Jogja Share :

Begini Respons Cepat PLN Atasi Dampak Badai Siklon Tropis

Sekitar 279.000 pelanggan dari 10 juta pelanggan mengalami gangguan padamnya aliran listrik

Solopos.com, JOGJA-PLN Distribusi Jateng dan  Yogyakarta lakukan respons cepat atasi  dampak badai siklon tropis, pada hari Kamis (30/11/2017).

Wilayah kerja PLN Distribusi Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagian besar terdampak bencana banjir, longsor, dan pohon tumbang yang mengakibatkan sekitar 279.000 pelanggan dari 10 juta pelanggan mengalami gangguan padamnya aliran listrik.

Dengan cepat PLN melakukan respons, melibatkan  ?kerja sama seluruh Tim PDKB yang ada di PLN Distribusi Jawa Tengah dan DIY antara lain area Magelang, Pekalongan, Demak, Semarang, dan Area Purwokerto. Juga dilibatkan pegawai serta Mitra Kerja dengan jumlah 799 personil serta alat kerja crane sebanyak 31 unit menuju lokasi untuk membantu pemulihan.

Sampai dengan Sabtu (2/12/2017) pukul 17.00 WIB, pelanggan yang listriknya masih belum menyala sejumlah 3.525 pelanggan. Namun, petugas PLN masih berada di lokasi bencana untuk terus mengupayakan pemulihan agar listrik cepat menyala.

Daerah yang sangat parah terdampak adalah wilayah kerja Area DIY dengan pelanggan terdampak sebanyak lebih dari 23.000, tetapi saat ini tinggal sekitar 800 pelanggan, juga Area Surakarta terdampak 18.000 lebih dan pemulihan sudah mencapai 55%.

?General Manager PLN Distribusi Jateng & DIY Agung Nugraha mengatakan, kondisi ini akibat siklon tropis yang melanda daerah terdampak. Khusus untuk Wilayah Kerja Area DIY berdampak terhadap  60 titik jaringan dengan 10.000 pelanggan di Wates, Kulonprogo. Namun, secara bertahap pihaknya berhasil melakukan normalisasi kepa?da 9.700 pelanggan atau 97% yang telah normal kembali.

Dia menargetkan, seluruh pelanggan yang mengalami padam tersebut bisa tuntas pada Sabtu (2/12/2017). Kecuali, untuk pelanggan yang berada di Temon, Hargorejo, ?Crangak yang belum bisa diperbaiki karena aksesnya terputus akibat longsor.”Dari 300 pelanggan itu ditargetkan menyala hari ini, kecuali di daerah yang putus karena longsor jumlahnya ada 125 pelanggan,” ucap Agung.

Pihaknya akan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk membantu membersihkan material longsor. Khusus untuk Wilayah Kerja Area Surakarta yaitu di Wonogiri, tim PLN belum bisa memasuki seluruh lokasi yang ada karena masih tertutup longsor. “Kami berupaya memberikan pelayanan teknik yang cepat terhadap ?kondisi darurat dan mengutamakan kepuasan pelanggan,” jelas dia.

Dalam kesempatan yang sama hadir juga PLN Peduli dengan memberikan bantuan dan kepada warga yang terkena dampak. “Begitu kami mendengar adanya gangguan alam yang melanda sebagian Jawa Tengah dan DIY dengan sigap Tim PLN peduli melakukan koordinasi dengan BPBD Jateng dan DIY untuk berkoordinasi kebutuhan apa yang bisa diberikan,” ujar Agung.

Tiga kabupaten dan Daerah Istimewa Yogyakarta telah diberikan bantuan berupa kebutuhan bahan pokok makanan seperti beras, minyak, makanan instan, selimut, sarung, matras, alas tidur serta obat-obatan dengan total Rp220 juta. Untuk masing-masing daerah yakni DIY sebesar Rp100 juta, Klaten Rp60 juta, Surakarta Rp20 juta, dan Semarang  Rp40 juta. “Agung  berharap dengan bantuan yang diberikan dapat membantu dan meringankan warga yang terkena dampak”

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu terakhir ini beredar…