Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (Instagram-@psisfcofficial) Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (Instagram-@psisfcofficial)
Sabtu, 2 Desember 2017 17:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

Wali Kota Tegaskan PSIS Semarang Tak Bisa Pakai Dana APBD

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan dana APBD tak bisa dipakai untuk mendanai PSIS Semarang.

Solopos.com, SEMARANG – PSIS Semarang yang berhasil lolos ke Liga 1 disambut meriah para suporter yang mengarak tim kebanggaan mereka itu sampai di Balai Kota Semarang, Jl. Pemuda, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (30/11/2017) pagi. Setiba di Balai Kota Semarang, pemain, ofisial, serta suporter berkumpul untuk mendengarkan sambutan dari Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Pada sambutannya itu, Hendi—sapaan akrab Hendrar Prihadi—menyatakan akan memberikan dukungan penuh dalam bentuk apa saja kepada PSIS Semarang yang sudah berhasil lolos ke Liga 1. Namun demikian, sang wali kota menegaskan PSIS Semarang tak akan bisa menggunakan dana anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) untuk mendanai tim.

“Ya ndak bisa, teman-teman harus memahami itu. APBD kita tidak bisa dimasukan untuk memberi bantuan kepada PSIS karena PSIS sekarang sudah PT. Enggak bisa dalam bentuk hibah,” tutur Hendi dikutip dari press release yang diterima Semarangpos.com dari Humas Pemkot Semarang.

Memang, beberapa tim sepak bola di Indonesia dahulu sempat menggunakan dana APBD untuk menghidupi tim. Namun sejak 2011 lalu, sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 22/2011, dana penggunaan dana APBD untuk mendanai tim sepak bola sudah dilarang.

Meski memberikan penegasan tersebut, Hendi optimistis tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar akan berkembang tanpa bantuan dana APBD. “Tapi saya yakin, Liga 1 jauh lebih bagus daripada liga yang ada saat ini [Liga 2]. Kenapa? Sponsornya juga banyak yang mau, pasti sponsornya lebih besar kok, belum lagi pada saat ditayangkan langsung TV. Jadi insya allah dengan kepiawaian manajemen saat ini jadi secara pendanaan lancar di Liga 1. Hanya pasti kita pastikan dukungan-dukungan morel maupun dukungan yang lain untuk PSIS,” imbuh politikus PDI Perjuangan itu.

Dalam sambutan itu, Hendi juga berpesan kepada tim besutan Subangkit untuk tak cepat puas dengan hasil yang sudah diraih meski sudah mentas dari Liga 2 dan lolos ke Liga 1. “Pesannya, namanya pencapaian positif ini semua orang pengin seperti itu. Harapanya tetap dirawat, jangan cepat puas, jangan jarang latihan, lihat orang jadi kecil-kecil, itu sudah tanda-tanda klub mau drop. Jangan suka party. Jadi, tanda-tanda kebangkitan harus dipelihara terus dengan ara berjuang terus, berlatih terus,” Hendrar Prihadi. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Kolom

GAGASAN
Tantangan Guru pada Era Digital

Gagasan ini dipublikasikan Harian Solopos edisi Sabtu (25/11/2017). Esai ini karya Novy Eko Permono, alumnus Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana IAIN Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah novyekop@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Krisis multidimensional yang dihadapi bangsa Indonesia semakin pelik mana kala arus…