Detik-Detik Slobodan Praljak menenggak racun sianida 29 November 2017. (Istimewa/JIBI/Reuters) Detik-Detik Slobodan Praljak menenggak racun sianida 29 November 2017. (Istimewa/JIBI/Reuters)
Sabtu, 2 Desember 2017 20:30 WIB JIBI/Solopos.com/Okezone Internasional Share :

Veteran Perang Kroasia-Bosnia Tenggak Racun Sianida di Ruang Sidang PBB

Otoritas Belanda langsung menggelar penyelidikan terkait insiden bunuh diri si Jenderal Kroasia di ruang sidang tersebut.

Solopos.com, DEN HAAG – Nama Slobodan Praljak mencuat setelah dirinya membuat heboh di ruang sidang internasional PBB di Den Haag, Belanda. Pasalnya, veteran perang Kroasia-Bosnia itu bunuh diri dengan menenggak racun tidak lama setelah pengadilan memutuskan menolak banding yang diajukan.

Otoritas Belanda langsung menggelar penyelidikan terkait insiden bunuh diri si Jenderal Kroasia di ruang sidang tersebut. Berdasarkan temuan awal hasil autopsi, Slobodan Praljak menggunakan racun sianida untuk mengakhiri hidupnya.

“Uji toksikologi menemukan bahwa Praljak memiliki konsentrat potasium sianida dalam darahnya. Hal ini mengakibatkan kegagalan jantung, yang diindikasikan sebagai penyebab kematian tersangka,” bunyi pernyataan resmi Kejaksaan Negeri Belanda, mengutip dari Reuters, Sabtu (2/12/2017).

Aksi nekat pria berusia 72 tahun itu dilakukan setelah bandingnya ditolak oleh Pengadilan Kejahatan Kriminal Internasional untuk Yugoslavia (ICTY), pada Rabu 29 November. Praljak hanya mengatakan dengan singkat bahwa dirinya hendak menenggak racun dan langsung melakukannya tanpa ragu.

Sebelum hasil dari kejaksaan, pengadilan internasional PBB juga meluncurkan tinjauan ulang (review) secara independen terhadap kematian terdakwa. Praljak dipastikan bunuh diri di menit-menit akhir usai pembacaan vonis sebelum pengadilan atas kasus tersebut ditutup akhir Desember.

“Saya hanya menenggak racun. Saya bukan penjahat perang. Saya menentang hasil keputusan ini,” ujar Slobodan Praljak, sesaat sebelum memasukkan racun ke dalam mulutnya.

Kejaksaan Negeri Belanda beberapa hari lalu mengatakan akan memfokuskan penyelidikan pada bagaimana cara terdakwa mendapatkan cairan terlarang itu di dalam ruang sidang PBB yang dijaga ketat. Penyidik juga menyelidiki apakah ada pihak yang membantu menyusupkan racun itu ke dalam gedung.

Kolom

GAGASAN
Tantangan Guru pada Era Digital

Gagasan ini dipublikasikan Harian Solopos edisi Sabtu (25/11/2017). Esai ini karya Novy Eko Permono, alumnus Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana IAIN Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah novyekop@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Krisis multidimensional yang dihadapi bangsa Indonesia semakin pelik mana kala arus…