Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto digotong pasukannya seusai melepas pasukan di Mako Yonif Raider 400/BR, Srondol Kulon, Banyumanik, Kota Semarang, Jateng, Jumat (1/12/2017). (JIBI/Semarangpos.com/Istimewa) Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto digotong pasukannya seusai melepas pasukan di Mako Yonif Raider 400/BR, Srondol Kulon, Banyumanik, Kota Semarang, Jateng, Jumat (1/12/2017). (JIBI/Semarangpos.com/Istimewa)
Sabtu, 2 Desember 2017 23:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

TUGAS TNI
Lebih dari 400 Tentara Benteng Raiders Dikirim ke Lebanon

Tugas TNI dari Yonif Raider 400 Banteng Raider kini adalah menjadi duta Indonesia sebagai pasukan prdamaian PBB The United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Solopos.com, SEMARANG – Sebanyak 427 prajurit Batalyon Infanteri Raider 400 yang kondang dengan sebutan Banteng Raider mendapatkan tugas kehormatan bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian di bawah bendera PBB di Lebanon. Ratusan anggota TNI itu diminta untuk menjaga perdamaian dengan tidak memihak kepada salah satu kelompok atau pihak yang bertikai di negara tersebut.

Para prajurit yang tergabung dalam Satgas Yonmek Konga TNI XXIII-L/UNIFIL Main Body Yonif Raider 400/BR dan dipercaya untuk mengemban tugas mulia itu dilepas langsung oleh Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Wuryanto, di Mako Yonif Raider 400/BR, Srondol Kulon, Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (1/12/2017). Pada sambutan pelepasan itu, Wuryanto menekankan agar para prajurit dapat melaksanakan tugas secara profesional dengan berpegang teguh pada jati diri TNI.

“Sikap dan perilaku yang dilakukan selama bertugas merupakan cerminan kualitas TNI dihadapan tentara negara lain. Jaga nama baik TNI khususnya dan negara umumnya di mata dunia internasional. Ingat, Merah Putih di lengan kirimu merupakan tanda bahwa kalian duta negara Indonesia,” ungkap Mayjen TNI Wuryanto seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima Semarangpos.com dari Pendam IV/Diponegoro.

Sang panglima kodam itu menambahkan, sebelum delegasi The United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) asal Indonesia diberangkatkan ke Lebanon, para prajurit telah mengikuti Pre Deployment Training (PDT) selama satu bulan untuk mempelajari bahasa dan budaya negara tujuan. Wuryanto berharap persiapan tersebut bisa menjadi pedoman dan dapat diaplikasikan pada saat penugasan.

Selain melaksanakan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian, para prajurit Yonif Raider 400/BR juga mengemban misi memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia internasional. Menurut Wuryanto, kedatangan tentara dari Indonesia sangat diharapkan masyarakat di Lebanon.

Lebih lanjut, Wuryanto menjelaskan pengiriman pasukan TNI ke luar negeri telah dimulai sejak 1957 silam. Dengan pengiriman pasukan perdamaian, menurut lanjut sang panglima, dunia akan menilai pasukan Indonesia merupakan pasukan yang dapat mengemban tugas dengan baik dan memiliki prestasi. “Tentu saja penilaian ini harus kita pertahankan dan usahakan terus untuk ditingkatkan,” lanjutnya.

Di akhir sambutannya, Wuryanto berpesan kepada seluruh prajurit agar melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing-masing secara proporsional dan sesuai koridor serta aturan yang telah ditentukan oleh PBB. Ia juga meminta TNI yang mendapatkan kepercayaan bertugas di Lebanon dapat menjaga hubungan baik dengan pasukan dari negara lain. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Kolom

GAGASAN
Tantangan Guru pada Era Digital

Gagasan ini dipublikasikan Harian Solopos edisi Sabtu (25/11/2017). Esai ini karya Novy Eko Permono, alumnus Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana IAIN Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah novyekop@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Krisis multidimensional yang dihadapi bangsa Indonesia semakin pelik mana kala arus…