Antonia Elena Listya Araminta saat ditemui di Solo Grand Mall, Jumat (1/12/2017). (Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com) Antonia Elena Listya Araminta saat ditemui di Solo Grand Mall, Jumat (1/12/2017). (Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com)
Sabtu, 2 Desember 2017 08:00 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Solo Share :

THE VOICE KIDS INDONESIA
Dari Hobi Jadi Prestasi, Begini Perjalanan Elen Solo Rintis Karier Bernyanyi

Begini perjalanan karier Elen Solo merintis karier bernyanyi yang bermula dari hobi hingga membuahkan prestasi.

Solopos.com, SOLO – Menyanyi merupakan salah satu aktivitas yang digemari banyak orang, termasuk Antonia Elena Listya Araminta. Remaja asal Kota Solo, Jawa Tengah, ini mengembangkan hobinya dengan mengikuti ajang pencarian bakat The Voice Kids Indonesia (TVKI) season 2.

Sayang, langkah remaja kelahiran Sleman, DIY, 16 Maret 2004, di TVKI 2017 hanya sampai di babak sing off 2 yang ditayangkan GTV, Kamis (30/11/2017), malam. Kendati demikian, dia tak pernah merasa kecewa tereliminasi dari ajang itu. Dia justru mengaku sangat bangga dan bahagia mendapat kesempatan emas unjuk kebolehan di panggung TVKI 2017. Baca juga: Tereliminasi, Elen Solo Tetap Bahagia

Sebelum mengikuti TVKI 2017, gadis yang akrab disapa Elen itu ternyata sudah mengikuti berbagai kontes menyanyi. Dia kali pertama menjajal kemampuan olah vokal dengan mengikuti lomba antar Taman Kanak-Kanak (TK).

“Aku ikut lomba nyanyi itu dari TK. Awalnya cuma iseng disuruh guru, eh malah menang. Dari situ aku jadi tertantang kepengin ikut banyak lomba. Dulu pertamanya bukan nyanyi sih, tapi mewarnai dan melukis. Terus berlanjut disuruh ikut lomba nyanyi juga dan akhirnya menang,” ungkap Elen saat berbincang dengan Solopos.com di Solo Grand Mall, Jumat (1/12/2017).

Tak puas dengan mengikuti lomba di Kota Solo, Elen menjajal peruntungan mengikuti audisi La Academia Junior pada 2014 dan 2015 silam. Sayang, saat itu dewi fortuna belum berpihak kepadanya. Sampai akhirnya dia meminta restu sang bunda untuk menjajal peruntungan di TVKI 2017.

“Dulu pernah coba ikut audisi La Academia Junior SCTV. Dua kali malah pas 2014 sama 2015 tapi belum lolos. Terus dikasih tahu sama guruku ada audisi TVKI di Jogja. Terus bilang mama pengin coba. Waktu itu langsung daftar begitu aja tanpa persiapan apa-apa. Eh ternyata lolos,” kenang dia.

Selera musik gadis yang mengidolakan mendiang Chrisye ini cukup berbeda dari anak seusianya. Elen mengaku lebih senang membawakan lagu pop klasik dan keroncong. Dia bahkan pernah menyabet juara pertama lomba menyanyi keroncong tingkat Kota Solo 2017.

“Aku lebih suka lagu pop klasik yang lawas gitu sama keroncong. Soalnya enak didengar gitu kalau lagu lawas. Aku pernah menang lomba nyanyi lagu keroncong tingkat Kota Solo di Solo Grand Mall tahun ini,” sambung dia.

Kecintaannya pada lagu keroncong itu dibuktikan saat mengikuti blind audition TVKI. Saat itu, dia tampil memukau membawakan lagu keroncong bertajuk Sepasang Mata Bola dari Sundari Soekotjo. Penampilannya kala itu berhasil memukau para dewan juri. “Waktu blind audition itu kan aku ngasih list lagu ke panitia, terus mereka pilih Sepasang Mata Bola. Soalnya waktu itu aku pernah juara nyanyi keroncong. Jadi malah semakin ditantang. Dan aku juga senang bisa mengenalkan lagu dari daerah di sana,” tuturnya.

Selain di bidang seni, Elen ternyata memiliki segudang prestasi di bidang akademik. Dia merupakan salah satu siswa andalan SMP Pangudi Luhur Bintang Laut, Solo, yang diikutsertakan dalam berbagai olimpiade, khususnya matematika dan fisika. Beberapa waktu lalu dia mengikuti Olimpiade Fisika di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Jawa Timur.

“Dia [Elen] ini ikut ekstrakulikuler olimpiade siswa nasional (OSN) di sekolah. Dia baru saja ikut Olimpiade Fisika di ITS, dapat peringkat tujuh waktu itu. Dia juga selalu jadi juara kelas, padahal kegiatannya banyak banget. Mulai dari OSIS, paduan suara, menari, sampai nyanyi di gereja semua diikuti. Cuma saya selalu tekankan ke dia kalau pendidikan tetap yang utama,” ujar ibunda Elen, Ani Juniati.

Elen dan ibunya, Ani Juniati (Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com)

Elen dan ibunya, Ani Juniati (Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com)

Menurut Ani, sejak kecil Elen memang sudah terbiasa berkompetisi. Sebagai ibu, dia selalu mendukung semua kegiatan sang anak. Dia hanya bisa berharap Elen mampu meraih semua impiannya dan tetap menjadi pribadi yang rendah hati.

“Dia ini sejak kecil memang suka berkompetisi. Mentalnya kuat sekali, kalah menang bukan soal. Anaknya memang suka tantangan. Saya berharap dia tetap fokus pada pendidikan agar cita-citanya menjadi dokter terwujud. Bagi saya pendidikan itu nomor satu, yang lain cuma penunjang,” sambung Ani.

Berbagai prestasi yang diraih dan sikap yang rendah hati membuat Elen memiliki banyak teman. Bahkan, dia menjadi sosok idola baru bagi warganet. Kendati demikian, semua itu tak membuatnya tinggi hati. Menurutnya, masih banyak orang lain yang lebih hebat daripada dirinya.

“Banyak sih yang jadi heboh gitu. Tapi, Elen biasa saja sih. Kata mama kan harus tetap rendah hati biar selalu diberkati Tuhan. Masih banyak orang lain yang lebih hebat. Cuma, kalau mau jadi orang hebat kita harus berani pasang target tinggi, kayak aku ini pengin jadi Miss Universe atau Miss World gitu,” kelakarnya.

 

Kolom

GAGASAN
Tantangan Guru pada Era Digital

Gagasan ini dipublikasikan Harian Solopos edisi Sabtu (25/11/2017). Esai ini karya Novy Eko Permono, alumnus Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana IAIN Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah novyekop@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Krisis multidimensional yang dihadapi bangsa Indonesia semakin pelik mana kala arus…