Ilustrasi banjir. (Harian Jogja/Gigih M Hanafi)
Sabtu, 2 Desember 2017 07:23 WIB Kota Jogja Share :

Tetap Waspada Meski Badai Cempaka Telah Berlalu

Untuk wilayah DIY, Siklon Tropis Dahlia memberikan dampak hujan sedang hingga lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di perairan selatan

Solopos.com, JOGJA-Siklon Tropis Cempaka dinyatakan sudah bukan kategori siklon tropis lagi oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi (Staklim) Mlati. Namun, BMKG memantau Badai Tropis Dahlia, Bibit Siklon Tropis 93W dan Bibit Siklon Tropis 97S, Jumat (1/12/2017).

Manajer Pusdalops BPBD DIY Danang Samsurizal mengatakan, menurut laporan situasi Sabtu (2/12/2017) per pukul 02.00 WIB, untuk wilayah DIY, Siklon Tropis Dahlia memberikan dampak hujan sedang hingga lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di perairan selatan. “Pantauan Jumat, DIY berawan dan kadang turun hujan di beberapa wilayah. Angin kencang terjadi di wilayah sisi utara DIY yang mengakibatkan tiga titik pohon tumbang di Sleman dan satu titik longsor di Kulonprogo,” ungkap dia, Sabtu (2/12/2017).

Ia menjelaskan, adapun dampak Siklon Tropis Cempaka, terjadi bencana di 611 titik yaitu angin kencang, longsor, serta banjir luapan yang tersebar di empat kabupaten dan satu kota. Masyarakat terdampak pada hari ini telah mulai kembali ke rumah masing-masing terkecuali yang terdampak cukup berat.

“Untuk percepatan pemulihan pascabencana, kami mengajak seluruh komponen masyarakat untuk melaksanakan gerakan kegiatan bersama dalam semangat gotong royong berupa pembersihan sisa-sisa material banjir dan tanah longsor di lingkungan masing-masing atau membantu daerah yang terdampak berat,” ungkap dia.

Untuk itu, Acara Gerakan Bersama Pembersihan Lingkungan dengan tagline #JogjaTangguh akan dilaksanakan serentak pada Minggu (3/12/2017). “Maka dari itu diharapkan partisipasi dari seluruh komponen warga masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta,” papar dia.

Kolom

GAGASAN
Tantangan Guru pada Era Digital

Gagasan ini dipublikasikan Harian Solopos edisi Sabtu (25/11/2017). Esai ini karya Novy Eko Permono, alumnus Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana IAIN Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah novyekop@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Krisis multidimensional yang dihadapi bangsa Indonesia semakin pelik mana kala arus…