Basarnas DIY, SAR DIY, BPBD DIY dan Sabhara Polresta Jogjakarta sedang berupaya menyelamatkan 2 lansia dan bayi korban longsor di RT 1 / RW 1, Jlagran, Jogja. (Harian Jogja/Beny Prasetya) Basarnas DIY, SAR DIY, BPBD DIY dan Sabhara Polresta Jogjakarta sedang berupaya menyelamatkan 2 lansia dan bayi korban longsor di RT 1 / RW 1, Jlagran, Jogja. (Harian Jogja/Beny Prasetya)
Sabtu, 2 Desember 2017 10:20 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Tangani Banjir, Pemkot Jogja Siapkan Dana Rp2,5 Miliar

“Untuk penanganan sementara saya kira cukup, tapi nanti akan kami evaluasi”

Solopos.com, JOGJA-Pemerintah Kota Jogja sudah menyediakan dana Rp2,5 miliar untuk menangani bencana banjir dan longsor. Dana tersebut merupakan dana tidak terduga yang akan digunakan untuk penanganan awal korban bencana.

“Untuk penanganan sementara saya kira cukup, tapi nanti akan kami evaluasi,” kata Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti, saat ditemui sebelum rapat paripurna di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jogja, Rabu (29/11/2017).

Jika dana penanganan awal bencana itu tidak cukup, kata Haryadi, pihaknya akan mengajukan ke Pemda DIY. Ia pun sudah menetapkan status darurat bencana selama sepekan ke depan. Karena itu, Haryadi meminta semua pihak untuk siaga terhadap potensi bencana yang mungkin masih mengancam selama beberapa hari ke depan.

Haryadi menyatakan, dana Rp2,5 miliar bukan untuk perbaikan fisik, melainkan perbaikan sementara seperti pembuatan talut sementara dari karung, dan menutup bekas longsoran dengan terpal agar tidak tertimpa hujan. “Kalau perbaikan fisik tidak mungkin, paling bisa dianggarkan di APBD Perubahan nanti,” ujar dia.

Selama hujan dua hari terakhir, telah mengakibatkan bencana longsor di sejumlah titik di Jogja. Enam titik terjadi pada Selasa (28/11/2017) adalah talut di Gampingan, Pakuncen, Wirobrajan; Darakan, Prenggan, Kotagede; Gambiran, Pandeyan, Umbulharjo; Bladran, Bumijo, Jetis; Jlagran, Pringgokusuman, Gedongtengen; dan Juminahan, Pakualaman.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja, mencatat longsor juga terjadi pada Rabu (29/11/2017) di Tompeyan RT 03 RW 01 Tegalrejo. Ada delapan rumah yang terdampak longsor talut sepanjang 35 meter dan tinggi 10 meter tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja Agus Winarto mengatakan, data talut longsor masih terus diperbarui. Untuk penanganan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD DIY dan Dinas Sosial terkait logistik untuk warga yang mengungsi.

Jumlah warga yang masih mengungsi sampai kemarin siang tercatat 48 jiwa di Juminahan, Purwokinanti, 45 jiwa di Jlagran Pringgokusuman Gedongtengen, dan 16 jiwa di Gampingan Pakuncen Wirobrajan. Agus mengatakan, masih ada beberapa tebing yang
rawan longsor, di antaranya di Terban dan Gondolayu, “Saya sudah minta Kampung Tanggap Bencana untuk siaga,” kata Agus.

Kolom

GAGASAN
Tantangan Guru pada Era Digital

Gagasan ini dipublikasikan Harian Solopos edisi Sabtu (25/11/2017). Esai ini karya Novy Eko Permono, alumnus Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana IAIN Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah novyekop@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Krisis multidimensional yang dihadapi bangsa Indonesia semakin pelik mana kala arus…