Beberapa karya fotografi Satu Sabuk Satu Jalur yang dipamerkan di Atrium Plaza Ambarrukmo menarik minat pengunjung, Selasa (28/11/2017). (Harian Jogja/Holy Kartika N.S) Beberapa karya fotografi Satu Sabuk Satu Jalur yang dipamerkan di Atrium Plaza Ambarrukmo menarik minat pengunjung, Selasa (28/11/2017). (Harian Jogja/Holy Kartika N.S)
Sabtu, 2 Desember 2017 14:20 WIB Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Pererat Persahabatan Melalui Kumpulan Foto Satu Sabuk Satu Jalur

Sejak ribuan tahun, bangsa Eurasia telah membangun Jalur Sutra yang menghubungkan peradaban Asia, Eropa, dan Afrika

Solopos.com, SLEMAN-Sejumlah karya fotografi yang menampilkan keeratan hubungan Tiongkok dan Indonesia dipamerkan di Atrium Plaza Ambarrukmo, Selasa (28/11/2017) malam. Dikemas dalam tema Satu Sabuk Satu Jalur menghadirkan kehangatan persahabatan kedua negara ini.

Deputi Konsulat Jendera Tiongkok di Surabaya Peng mengatakan, sejak ribuan tahun, bangsa Eurasia telah membangun Jalur Sutra yang menghubungkan peradaban Asia, Eropa, dan Afrika. Sejak itu pula semangat jalur sutra menjunjung tinggi perdamaian, kerja sama, saling belajar dan terus diturunkan dari generasi ke generasi.

Memasuki abad ke 21 ini, ketergantungan antar negara semakin tinggi. Berlatar belakang itulah, Tiongkok mengemukakan inisiatif penting pembangunan Sabuk Ekonomi Jalur Sutra dan Jalur Sutra Maritim Abad ke-21.

“Singkatnya, menjadi Satu Sabuk Satu Jalur. Di mana melalui pameran ini didedikasikan untuk membangun jaringan inter koneksi ke segala arah, ke berbagai tingkatan dan juga pola rekonsiliasi bagi daratan Asia, Eropa, Afrika dan lautan di sekitarnya,” ujar Peng.

Peng mengungkapkan, pameran ini menunjukkan gaya baru Tiongkok di sepanjang Jalur Sutra dalam periode baru. Selain itu, menunjukkan semangat kemanusiaan yang hidup di sini yang saling menjunjung tinggi keharmonisan.

“Dengan demikian, diharapkan dapat menyalurkan harapan besar masyarakat Tiongkok terhadap pembangunan bersama dalam semangat Satu Sabuk Satu Jalur,” imbuh Peng.

Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi menyambut baik pameran yang kesekian kalinya dilakukan Konsulat Jenderal Tiongkok di DIY. Dia berharap hubungan bilateral kedua negara ini dapat semakin terjalin kokoh.

“Melalui pameran ini, diharapkan kerjasama di bidang pariwisata dan budaya dapat semakin meningkat dan memberikan kontribusi terhadap kunjungan wisata,” ujar Imam.

Kolom

GAGASAN
Tantangan Guru pada Era Digital

Gagasan ini dipublikasikan Harian Solopos edisi Sabtu (25/11/2017). Esai ini karya Novy Eko Permono, alumnus Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana IAIN Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah novyekop@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Krisis multidimensional yang dihadapi bangsa Indonesia semakin pelik mana kala arus…