Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/dok)
Sabtu, 2 Desember 2017 05:20 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Nelayan Gunungkidul Belum Rasakan Nikmatnya Berkoperasi

Belum banyak nelayan Gunungkidul yang mendirikan koperasi untuk kegiatan ekonomi mereka

 
Solopos.com, GUNUNGKIDUL—Manfaat koperasi di pesisir Kabupaten Gunungkidul sejauh ini belum dapat dirasakan oleh sejumlah nelayan. Pasalnya belum banyak nelayan yang mendirikan koperasi untuk kegiatan ekonomi mereka.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Gunugkidul, Widagdo mengakui bahwa jumlah koperasi nelayan di Gunungkidul masih sangat minim.

Pertumbuhannya pun sangat rendah selama beberapa tahun terakhir. “Sampai saat ini hanya ada empat koperasi nelayan yang aktif,” kata dia, Senin (27/11/2017).

Ke-empat koperasi berbadan hukum yang masih aktif tersebut rata-rata bergerak di bidang jual beli ikan. Koperasi tersebut diantaranya adalah Koperasi Mina Samodra Pantai Baron dan Mina Mandiri di Kecamatan Tanjungsari; Koperasi Unit Desa Sadeng di Pelabuhan Perikanan Pantai Sadeng, Kecamatan Girisubo; serta Koperasi Insa Samodra di Kecamatan Tepus.

Meski ada empat koperasi, namun Widagdo menilai jumlah tersebut masih terlalu sedikit. Pasalnya jumlah nelayan dan potensi perairan di pesisir Gunungkidul sangat tinggi untuk kegiatan ekonomi. Dan koperasi menurut dia adalah sarana yang tepat bagi nelayan.

Selain itu, selama ini koperasi, terutama yang berbadan hukum juga memiliki peluang besar dalam memperoleh bantuan.

“Tapi tidak hanya itu intinya, koperasi dibentuk tidak hanyak untuk memperoleh bantuan. Namun manfaatnya sangat banyak bagi nelayan terutama jadi tempat menabung saat hasil panen melimpah, sehingga saat paceklik tetap dapat memenuhi kebutuhan,” ujarnya.

Di sisi lain, selama ini pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan koperasi nelayan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan sosialisasi tentang pentingnya koperasi sagi para nelayan. Memotivasi para nelayan agar dapat membentuk koperasi berbadan hukum.

Kolom

GAGASAN
Pertanian Maju, Petani Sejahtera

Gagasa ini dimuat Harian Solopso edisi Kamis (16/11/2017). Esai ini karya Budi Sutresno, anggota staf Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar. Solopos.com, SOLO–“Maju Pertaniannya, Sejahtera Petaninya” adalah semacam doa yang diilhami dari tagline Pemerintah Kabupaten Karanganyar menjelang perayaan seabad Kabupaten…