Seorang warga memeriksa kondisi mobil Honda Freed yang ringsek tak berbentuk setelah menabrak tiang PJU di Jl. Raya Solo-Sragen, Duyungan, Sidoharjo, Sragen, Sabtu (2/12/2017). (Istimewa/Warseno/PMI Sragen)
Sabtu, 2 Desember 2017 20:00 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

Laka Maut Mobil Tabrak Tiang PJU di Jalan Solo-Sragen, Pengemudi Diduga Ngantuk

Kecelakaan mobil yang menabrak tiang PJU di jalan Solo-Sragen diduga karena pengemudi mengantuk.

Solopos.com, SRAGEN — Kecelakaan tunggal yang dialami mobil Honda Freed di jalan Solo-Sragen, tepatnya di timur PT Sukses Abadi Karya Inti (Sakti), Desa Duyungan, Sidoharjo, Sragen, Sabtu (2/12/2017) dinihari, menyebabkan satu penumpang meninggal dunia. Kecelakaan itu diduga karena pengemudi mobil mengantuk.

Mobil Honda Freed berpelat nomor AD 8710 ZS itu dikemudikan Kustedjo, 63, seorang pegawai negero sipil (PNS) asal Kampung Madyataman RT 011/RW 025, Punggawan, Banjarsari, Solo. Kustedjo sendiri selamat dan hanya mengalami luka robek pada pipi kiri.

Sementara itu, satu orang meninggal dunia atas nama Slamet Widodo, 50, warga Jl. Sibela Barat RT 001/RW 024, Mojosongo, Jebres, Solo. Empat orang penumpang lainnya selamat tetapi mengalami luka-luka.

Korban selamat di antaranya bernama Sri Suyanti, 47, warga Mojosongo, yang mengalami pendarahan pada hidung, nyeri punggung, dan kini tidak sadarkan diri. Sri masih dirawat di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Baca juga: Mobil Hantam Tiang PJU Jalan Solo-Sragen, 1 Meninggal, 5 Luka.

Penumpang lainnya, Endang Setyowati, 57, warga Punggawan mengalami luka lecet pada kaki kanan dan tangan kanan dan dirawat di RS PKU Muhammadiyah Masaran. Korban lainnya adalah Didit Sulistyo Nugroho, 40, warga Jl. Grogolan 45 Ketelan, Banjarsari, Solo, yang mengalami patah pada tulang hidung dan robek tangan kiri. Ia dirawat di RS PKU Muhammadiyah Sragen. Penumpang lainnya adalah Tari Mahandayani, 40, warga Katelan, yang mengalami patah pada tangan kanan dan juga dirawat di RS PKU Masaran.

Polisi sempat melakukan oleh kejadian perkara di lokasi kejadian. Kecelakaan tunggal itu diduga disebabkan sopir mengantuk. Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Sragen, Warseno, menambahkan empat korban lainnya kemudian dirujuk ke RS Kasih Ibu Solo dan dua orang masih di RSUD Sragen.

“Rombongan itu terjadi kecelakaan saat melakukan perjalanan dari Malang pulang ke Solo. Dalam penanganan kasus itu, ada unsur Satlantas, PMI, PSC 119 Sragen, dan ambulans dari Dadi Group,” kata Kanit Laka Satlantas Polres Sragen, Iptu Sudarmaji, saat dihubungi Solopos.com, Sabtu siang

Kolom

GAGASAN
Tantangan Guru pada Era Digital

Gagasan ini dipublikasikan Harian Solopos edisi Sabtu (25/11/2017). Esai ini karya Novy Eko Permono, alumnus Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana IAIN Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah novyekop@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Krisis multidimensional yang dihadapi bangsa Indonesia semakin pelik mana kala arus…