Logo UMY
Sabtu, 2 Desember 2017 13:20 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Jawab Berbagai Tantangan, Mahasiswa Harus Mulai Perkuat Jaringan

Mahasiswa zaman ini memiliki banyak tantangan yang harus dihadapi

Solopos.com, BANTUL-Era milenial membuat mahasiswa harus mulai memperkuat jaringan secara mandiri untuk menjawab berbagai tantangan. Apalagi dosen tidak sepenuhnya dapat memecahkan persoalan dan tantangan yang dihadapi mahasiswa.

Isu tentang konektivitas itu disampaikan Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Bidang Kemahasiswaan, Alumni Hilman Latief dalam acara Musyawarah Kerja Nasional Kelima Forum Komunikasi Nasional Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (Muskernas V Forkomnas KPI) 2017, di Gedung KH Ibrahim E6 Lantai 5, Kampus Terpadu UMY, Rabu (29/11/2017)

“Mahasiswa saat ini sering disebut generasi milenial, sangat dekat dengan teknologi. Karena kedekatan itu, seharusnya mahasiswa saat ini memiliki daya konektivitas yang besar dengan dunia luar, dan memanfaatkan hal tersebut untuk menyelesaikan segala persoalan yang muncul di masa sekarang,” ungkap Hilman dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Rabu (29/11/2017).

Menurut Hilman, mahasiswa zaman ini memiliki banyak tantangan yang harus dihadapi. Jika para dosen tidak mampu menyelesaikan persoalan dari tantangan tersebut, maka mahasiswa sebagai generasi milenial harus dapat mencari solusinya. Oleh karena itu, mahasiswa harus memiliki jaringan yang kuat dengan dunia luar kampus.

Kedekatan dengan teknologi tersebut, bisa menjadi peluang tetapi juga kemunduran jika mahasiswa tidak dapat memanfaatkannya dengan baik. Sehingga, tak heran teknologi sudah banyak menyita waktu mahasiswa dibandingkan dengan kehidupan sosialnya.

“Seperti internet, saat ini sudah bukan dunia maya, tetapi menjadi bagian dari dunia nyata bagi mahasiswa di era milenial,” ungkap dia.

Hilman menambahkan, era saat ini strategi dan inovasi juga lebih banyak tercipta. Oleh karena itu, mahasiswa dan generasi muda pada umumnya, dituntut untuk lebih teliti dalam melihat kemungkinan yang tercipta dari kemajuan teknologi tersebut. Ia berharap forum musyawarah nasional mahasiswa KPI itu diharapkan bisa menghasilkan sebuah output platform inovasi yang bisa digunakan oleh masyarakat luas.

Ketua Jurusan KPI Fakultas Agama Islam UMY Twediana Budi Hapsari menyampaikan apresiasinya dengan diselenggarakannya forum tersebut. Mahasiswa di era saat ini harus memiliki tingkat pemikiran yang luas dan inovatif. Sesama mahasiswa, kata dia, harus mempunyai visi misi untuk menjadi mahasiswa berprestasi dan menjadi mahasiswa berguna bagi nusa dan bangsa.

Ketua Umum Forkomnas KPI Ibnu Yahya menilai, mahasiswa saat ini harus mampu mengisi zaman, bukan hanya terbawa zaman. Serta harus produktif dalam berbagai hal.

Kolom

GAGASAN
Tantangan Guru pada Era Digital

Gagasan ini dipublikasikan Harian Solopos edisi Sabtu (25/11/2017). Esai ini karya Novy Eko Permono, alumnus Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana IAIN Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah novyekop@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Krisis multidimensional yang dihadapi bangsa Indonesia semakin pelik mana kala arus…