Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyerahkan hadiah secara simbolis kepada pegawai teladan seusai Upacara HUT Korpri di Balai Kota Semarang, Jateng, Rabu (29/11/2017) pagi. (Semarangkota.go.id) Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyerahkan hadiah secara simbolis kepada pegawai teladan seusai Upacara HUT Korpri di Balai Kota Semarang, Jateng, Rabu (29/11/2017) pagi. (Semarangkota.go.id)
Sabtu, 2 Desember 2017 07:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

HUT KORPRI
Jadi Teladan, Anggota Korpri di Semarang Dihadiahi Umrah

HUT Korpri di lingkungan Pemkot Semarang diperingati dengan pemberian hadiah kepada pegawai teladan.

Solopos.com, SEMARANG – Upacara HUT Korpri di Balai Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (29/11/2017) pagi, diwarnai dengan pemberian apresiasi kepada anggota Korpri di lingkungan Pemkot Semarang yang dianggap dapat menjadi teladan. Para pegawai teladan itu pun diganjar hadiah yang diberikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sebagai pemimpin upacara.

Dikabarkan Humas Pemkot Semarang melalui laman resmi Internetnya, hadiah yang diberikan kepada pegawai teladan di HUT Korpri itu bukanlah hadiah remeh-temeh, melainkan paket perjalanan Umrah ke Tanah Suci bagi yang beragma Islam. Sementara itu, bagi pegawai yang beragama lain, mendapatkan paket perjalanan ke tempat-tempat suci lainnya sesuai kepercayaan yang dianut.

Salah seorang yang diganjar predikat pegawai teladan dan meraih hadiah tersebut adalah salah seorang pegawai di Dinas Kominfo Kota Semarang, Agung Budiono. Hendi—sapaan akrab Hendrar Prihadi—lantas memberikan penghargaan itu secara simbolis kepada Mustika Laksitawati, Kasi Pengelolaan Media Dinas Kominfo Kota Semarang yang mewakili Agung.

Sebelum hadiah itu diberikan, upacara tersebut diisi dengan pidato Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang dibacakan wali kota Semarang. Dalam pidatonya, Jokowi berharap pada ulang tahun ke-46, dapat melakukan lompatan besar demi kemajuan bangsa Indonesia. “Korpri harus menjadi pilar utama pemersatu bangsa dan negara Indonesia dengan aparatur sipil negara sebagai agen perekat kebhinekaannya,” kata Hendi membacakan sambutan presiden.

Sementara itu, pada sambutan pribadinya, Hendi menekankan anggota Korpri di lingkungan Pemkot Semarang harus meninggalkan budaya kerja tradisional. Menurutnya, kinerja Pemkot Semarang dalam mengatasi banjir adalah salah satu contoh bahwa anggota Korpri sudah mulai meninggalkan budaya kerja tradisional.

Pada akhir pidatonya di HUT Korpri ke-46, sang wali kota Semarang menegaskan budaya kerja tradisional tak akan bisa mengatasi masalah di Kota Semarang seperti banjir. “Jika pola kerja kita masih tradisional dan konvensional maka anggaran berapa pun tidak akan mampu mengatasi banjir,” tegas politikus PDI Perjuangan itu. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Kolom

GAGASAN
Tantangan Guru pada Era Digital

Gagasan ini dipublikasikan Harian Solopos edisi Sabtu (25/11/2017). Esai ini karya Novy Eko Permono, alumnus Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana IAIN Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah novyekop@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Krisis multidimensional yang dihadapi bangsa Indonesia semakin pelik mana kala arus…