Reuni 212 di Kawasan Monas, Sabtu (2/12/2017). (JIBI/Antara/Akbar Nugroho Gumay) Reuni 212 di Kawasan Monas, Sabtu (2/12/2017). (JIBI/Antara/Akbar Nugroho Gumay)
Sabtu, 2 Desember 2017 19:40 WIB JIBI/Solopos/Antara Politik Share :

Dhani Sebut Seperti Umrah, Reuni Aksi 212 Digelar Tiap Tahun?

Muncul wacana reuni aksi 212 bakal digelar tiap tahun. Ahmad Dhani bahkan membandingkan dengan orang berangkat umrah.

Solopos.com, JAKARTA — Ketua GNPF Bachtiar Nasir mengatakan acara Reuni Akbar Alumni 212, di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017), bisa terus diulang setiap tahun. Meski begitu, ia belum bisa memastikan acara tersebut akan diselenggarakan pada 2018.

“Saya belum berani katakan itu. Kami lihat perkembangannya, tapi kalau bisa setiap tahun lebih baik,” kata Nasir di Lapangan Monas, Jakarta, Sabtu (2/12/2017).

Ia juga mengatakan tidak lagi ada perseteruan antara kelompok Alumni 212 dengan pemerintah. Ia bahkan mengatakan pemerintah dan kelompoknya harus bersinergi untuk membangun Indonesia. Nasir juga menepis kelompoknya masih bermasalah dengan organisasi massa Barisan Serba Guna Nahdlatul Ulama (Banser NU).

“Misalnya 212 dengan Banser, saya tidak mau itu ada lagi. Kemudian antara kita dan rezim, saya tidak mau ada lagi gontok-gontokan. Mari bangun bangsa bersama ini waktunya bangun peradaban,” tandasnya, dikutip Solopos.com dari Suara.com.

Keinginan serupa dilontarkan Ahmad Dhani. Musisi yang kini menjadi politikus Gerindra itu menilai aksi seperti 212 patut dilakukan setiap tahun. Bahkan, dia menyebut layaknya Muslim yang berangkat ke tanah suci Mekkah, Arab Saudi, untuk beribadah haji atau wisata religi alias umrah.

“Saya kan pernah ikut aksi 411. Seperti orang naik haji atau umrah, yang biasanya ingin balik lagi,” katanya.

Lebih jauh suami dari penyanyi l Mulan Jameela itu menilai, reuni 212 yang diklaim dihadiri 7 juta orang ini meninggalkan pesan moral khusus bagi dirinya.

“Pesannya sih, saya melihatnya umat Islam boleh berpolitik. Wajib, dan saya rasa ini adalah reaksi. Ini reaksi dari apa yang dialami umat Islam dua tahun terakhir,” katanya.

Kolom

GAGASAN
Tantangan Guru pada Era Digital

Gagasan ini dipublikasikan Harian Solopos edisi Sabtu (25/11/2017). Esai ini karya Novy Eko Permono, alumnus Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana IAIN Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah novyekop@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Krisis multidimensional yang dihadapi bangsa Indonesia semakin pelik mana kala arus…