Warga di Desa Gegeran, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, membersihkan rumah dari lumpur dan pasir yang terbawa banjir, Rabu (29/11/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Warga di Desa Gegeran, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, membersihkan rumah dari lumpur dan pasir yang terbawa banjir, Rabu (29/11/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Sabtu, 2 Desember 2017 09:10 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

BENCANA PACITAN
Korban Bencana Alam Bertambah Jadi 25 Jiwa

Bencana Pacitan hingga hari Jumat jumlah korban jiwa di Pacitan sebanyak 25 jiwa.

Solopos.com, PACITAN — Korban bencana tanah longsor dan banjir di Pacitan bertambah lima orang. Saat ini, jumlah korban bencana alam di Pacitan mencapai 25 orang.

Data ini berubah dari sebelumnya yang menyatakan jumlah korban jiwa 20 orang pada Kamis (30/11/2017).

Komandan Tanggap Darurat bencana di Pacitan, Letkol Kav Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang, mengatakan data sampai Jumat ini ada 25 korban baik yang hilang maupun meninggal dunia. Ada tambahan lima korban yang baru terkonfirmasi Jumat ini.

“Benar ada tambahan lima korban yang baru terkonfirmasi Jumat ini. Sehingga total korban jiwa 25,” jelas dia kepada wartawan, Jumat (1/12/2017) malam.

Aris menyampaikan lima korban yang baru terkonfirmasi antara lain dari korban bencana tanah longsor di Kecamatan Arjosari dan Kecamatan Kebonagung. Kelima korban ini belum ditemukan petugas tim SAR.

Lima korban tersebut antara lain Tumadi, 77, warga Dusun Krajan Desa Karangrejo dan Siti Khuzaimah, 27, warga Dusun Krajan Desa Karangrejo di Kecamatan Arjosari. Sedangkan tiga lainnya dari Kecamatan Kebonagung yaitu Darto, 70, warga Dusun Mujing Desa Sanggrahan, Suginem, 68, Dusun Ngaren Desa Sanggrahan, dan Katemi, 65, Dusun Mujing Desa Sanggrahan.

Dari 25 korban yang didata, kata dia, 11 korban di antaranya sudah ditemukan sedangkan 14 lainnya masih dicari. Untuk korban banjir sebanyak enam jiwa dan korban tanah longsor sebanyak 19 jiwa.

“Hari Jumat ini hanya berhasil menemukan satu korban jiwa di Nawangan atas nama Hero Nyoto Raharjo warga asli Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri,” ujar Dandim Pacitan ini.

Lebih lanjut, petugas di lapangan masih mengalami kesulitan untuk proses evakuasi korban. Keaulitannya salah satunya dikarenakan akses ke titik lokasi terputus. ()

 

Kolom

GAGASAN
Tantangan Guru pada Era Digital

Gagasan ini dipublikasikan Harian Solopos edisi Sabtu (25/11/2017). Esai ini karya Novy Eko Permono, alumnus Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana IAIN Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah novyekop@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Krisis multidimensional yang dihadapi bangsa Indonesia semakin pelik mana kala arus…