Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mendatangi markas BPBD di Kampus AKN Pacitan, Jumat (1/12/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mendatangi markas BPBD di Kampus AKN Pacitan, Jumat (1/12/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Sabtu, 2 Desember 2017 07:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

BENCANA PACITAN
1.709 Rumah Rusak, Pemprov Jatim Gelontor Rp100 Miliar

Pemprov Jawa Timur (Jatim) menggelontorkan dana Rp100 miliar.

Solopos.com, PACITAN — Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelontorkan anggaran senilai Rp100 miliar untuk membangun dan memperbaiki rumah korban bencana tanah longsor dan banjir di Pacitan. Hingga kini terdata jumlah rumah yang roboh maupun rusak berat mencapai 1.709 rumah yang tersebar di seluruh wilayah Pacitan.

Hal itu dikatakan Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat mengunjungi markas BPBD Pacitan di Kampus Akademi Komunitas Negeri (AKN) Pacitan, Jumat (1/12/2017). (Baca: Anjing Pelacak Diterjunkan Cari Bencana Pacitan)

Dia menyatakan anggaran yang disiapkan Pemprov untuk membantu korban bencana alam di Pacitan sebanyak Rp100 miliar. Ketika anggaran ini kurang, Pemprov Jatim akan mengeluarkan anggaran lagi.

“Ada Rp100 miliar, kalau kurang pun saya diberikan hak menulis surat kepada DPRD untuk mengeluarkan lebih daripada itu,” kata Soekarwo.

Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo itu menuturkan ada 1.709 rumah di seluruh wilayah Pacitan yang terdampak longsor dan banjir. Dana bantuan tersebut direncanakan akan diserahkan ke Pemkab Pacitan pada Senin (4/12/2017).

Lebih lanjut, pemerintah masih menghitung kebutuhan yang diperlukan untuk membangun rumah yang rusak. Pemerintah juga akan bekerjasama dengan TNI AD untuk pembangunan rumah para korban bencana itu.

“Ini masih dihitung, kebutuhannya berapa. Memerlukan tenaga berapa. Kayu berapa. Semen berapa,” ujar Pakde Karwo.

Mengenai tipe rumah yang dibangun, kata dia, nantinya akan dikoordinasikan dengan cipta karya dan TNI AD untuk membicarakan soal pembangunan rumah korban bencana itu.

 

Kolom

GAGASAN
Tantangan Guru pada Era Digital

Gagasan ini dipublikasikan Harian Solopos edisi Sabtu (25/11/2017). Esai ini karya Novy Eko Permono, alumnus Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana IAIN Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah novyekop@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Krisis multidimensional yang dihadapi bangsa Indonesia semakin pelik mana kala arus…