Ilustrasi ibu dan bayi (hd-freewallpapers.com) Ilustrasi ibu dan bayi (hd-freewallpapers.com)
Sabtu, 2 Desember 2017 02:20 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Bayi Lahir di Jogja Langsung Terima 3 Dokumen

Setiap anak yang lahir di Jogja akan langsung mendapatkan tiga dokumen

Solopos.com, JOGJA– Inovasi layanan kependudukan yang digagas Kecamatan Danurejan akan diadopsi oleh semua kecamatan. Setiap anak yang lahir akan langsung mendapatkan tiga dokumen sekaligus, yakni nomor induk kependudukan, perubahan kartu keluarga, akta kelahiran, dan kartu identitas anak.

Selama ini warga yang mengurus dokumen kependudukan satu per satu sehingga membutuhkan waktu berhari-hari dan merepotkan masyarakat.

“Layanan ini nanti hanya butuh waktu tiga hari setelah semua dokumen terpenuhi, mulai dari pengantar kelurahan, fotokopi kartu keluarga dan keterangan lahir,” Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kota Jogja, Sisruwadi, baru-baru ini.

Sisruwadi meminta semua kecamatan mempersiapkan diri untuk menerapkan layanan ‘paket’ dokumen kependudukan tersebut. Untuk teknis pelaksanaan, pihaknya juga sudah meminta Kecamatan Danurejan untuk berbagi informasi. Layanan dokumen kependudukan yang disebutnya 3 in 1 tidak jauh berbeda dari Danurejan.

Inovasi yang digagas Kecamatan Danurejan adalah ‘Daftar satu dapat lima’. Inovasi pelayanan yang digagas sejak pertengahan 2015 ini mempermudah ibu hamil mengurus data kependudukan.

Ibu hamil cukup datang sekali ke kelurahan untuk mengisi data pribadi, maka akan mendapatkan buku kesehatan ibu, akta kelahiran, kartu identitas anak (KIA), kartu keluarga, dan nomor induk kependudukan (NIK) anak

Bagi ibu hamil yang kesulitan datang ke kelurahan, maka bisa minta bantuan pada kader ibu hamil yang ditempatkan kelurahan. Semua proses itu tanpa biaya alia gratis. Namun masih membutuhkan waktu sekitar dua pekan identitas kependudukan jadi.

Camat Danurejan, Budi Santoso membenarkan inovasinya menjadi percontohan, ”Iya ini baru persiapan sistem dan sosialisasinya,” kata Budi.

Kolom

GAGASAN
Pertanian Maju, Petani Sejahtera

Gagasa ini dimuat Harian Solopso edisi Kamis (16/11/2017). Esai ini karya Budi Sutresno, anggota staf Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar. Solopos.com, SOLO–“Maju Pertaniannya, Sejahtera Petaninya” adalah semacam doa yang diilhami dari tagline Pemerintah Kabupaten Karanganyar menjelang perayaan seabad Kabupaten…