Alumni 212 membagikan sarapan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017). (Antara) Alumni 212 membagikan sarapan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017). (Antara)
Sabtu, 2 Desember 2017 09:45 WIB Peristiwa Share :

Alumni 212 Bagikan Sarapan Gratis di Kawasan Monas

Alumni 212 bagikan sarapan gratis ke sesama alumni.

Solopos.com, JAKARTA – Alumni 212 memberikan sarapan gratis kepada para alumni 212 lainnya di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Rencananya mereka akan menggelar reuni akbar, Sabtu (2/11/2017).

“Dari tadi subuh menyiapkannya,” ujar Doni yang menamakan dirinya Pemuda Sukamulya kepada Antara News sambil menawari nasi uduk, Sabtu pagi, di pertigaan Jalan Medan Merdeka Selatan dan Jalan Agus Salim.

Doni mengaku berangkat dari Sukamulya, Jakarta Pusat, setelah subuh. Dia mengatakan telah menyiapkan 500 nasi uduk gratis bersama teman-temannya, yang membagikan nasi bungkus di titik lain. Baca juga: Rizieq Shihab Klaim Reuni 212 Reuni Toleransi Sejati

“Ayo bapak, mas, sarapan nasi uduk. Ibu boleh kalau mau sarapan nasi uduk ambil,” kata Doni menawarkan kepada para alumni yang melintas

Tidak hanya nasi uduk, mereka juga menyiapkan teh hangat yang dibungkus dalam plastik lengkap dengan sedotan.

Tidak jauh dari Doni terdapat Posko Terpadu yang yang didirikan oleh tiga komunitas yaitu M-Kombet, MCC Indonesia, dan Syiar Hijrah yang menawarkan nasi bakar dan roti, serta air mineral. Baca juga: Ponpes Sunan Kalijaga Minta Alumni 212 Bijaksana

“Kami menyiapkan 1.000 nasi bakar, 1.000 roti, air mineral hasil donasi,” ujar Yudith dari M-Kombet, koordinator Posko Terpadu kepada Antara News.

“Selebihnya sumbangan datang, ada nasi kuning, mi. Ini Posko gabungan, ada teman dari Bakor dan FPI,” sambung dia.

Yudith mengaku telah mulai menyiapkan nasi bakar sejak kemarin. Dia mengatakan koordinasi untuk donasi sarapan gratis tersebut telah dilakukan jauh hari lewat pesan instan dan sosial media.

“Sudah bilang broadcast ke teman-teman kalau akan buka posko, bisa dibilang kecerekan gitu lah,” ujar dia.

Pendirian tenda posko menurut Yudith sudah dilakukan sejak dini hari bersama “45 orang sukarelawan gabungan, belum termasuk FPI.”

Kolom

GAGASAN
Tantangan Guru pada Era Digital

Gagasan ini dipublikasikan Harian Solopos edisi Sabtu (25/11/2017). Esai ini karya Novy Eko Permono, alumnus Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana IAIN Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah novyekop@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Krisis multidimensional yang dihadapi bangsa Indonesia semakin pelik mana kala arus…