Petugas memasukkan Rudraksha ke dalam kemasan usai mendapat sertifikasi di Balai Karantina Pertanian Kelas II Jogja sebelum diekspor ke luar negeri, Rabu (29/11/2017). (Harian Jogja/Abdul Hamid Razak) Petugas memasukkan Rudraksha ke dalam kemasan usai mendapat sertifikasi di Balai Karantina Pertanian Kelas II Jogja sebelum diekspor ke luar negeri, Rabu (29/11/2017). (Harian Jogja/Abdul Hamid Razak)
Sabtu, 2 Desember 2017 12:20 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Air Mata Dewa Kembali Diekspor ke India

Indonesia tercatat sebagai pemasok butiran-butiran rudraksha atau jenitri ini

Solopos.com, SLEMAN-Sebanyak 566 kg Rudraksha atau jenitri bebas live insect, jamur, dan kotoran yang sudah disertifikasi siap diekspor ke Calcuta, India. Indonesia tercatat sebagai pemasok butiran-butiran rudraksha atau jenitri ini.

“Tears of God begitulah masyarakat India menyebut rudraksha atau jenitri. Sebutan ini bermakna religi bagi masyarakat India. Saat ini sudah bisa diekspor,” kata Kepala Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Yogyakarta Ina Soelistyani, Rabu (29/11/2017).

Selama 2017 ini, ekspor jenitri/rudhraksa yang sudah disertifikasi oleh Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta sebanyak 16.898,45 kg. Komoditas tersebut berasal dari wilayah Jawa Tengah, Papua, dan Sulawesi dengan tujuan ekspor India, Nepal, Tiongkok, Singapura, Malaysia, Jepang, Kanada dan Turki.

Dijelaskan Ina, pohon rudraksha sebenarnya asli dari India, namun dapat tumbuh dan berbuah lebat di Indonesia. Di India butiran-butiran rudraksha ini digunakan sebagai aksesoris dan sebagai pelengkap kegiatan spriritual.

“Nah, dari sinilah kita dapat mencukupi permintaan ekspor rudraksha atau jenitri untuk India,” katanya.

Kolom

GAGASAN
Tantangan Guru pada Era Digital

Gagasan ini dipublikasikan Harian Solopos edisi Sabtu (25/11/2017). Esai ini karya Novy Eko Permono, alumnus Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana IAIN Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah novyekop@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Krisis multidimensional yang dihadapi bangsa Indonesia semakin pelik mana kala arus…