Sejumlah siswa SMK Negeri 1 Tanjungsari mengevakuasi perabot dan arsip penting sekolah menggunakan perahu karet saat banjir merendam sekolah mereka di Desa Kemadang, Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, Selasa (28/11/2017). (Harian Jogja/Desi Suryanto) Sejumlah siswa SMK Negeri 1 Tanjungsari mengevakuasi perabot dan arsip penting sekolah menggunakan perahu karet saat banjir merendam sekolah mereka di Desa Kemadang, Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, Selasa (28/11/2017). (Harian Jogja/Desi Suryanto)
Jumat, 1 Desember 2017 09:30 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Relokasi SMKN Tanjungsari, Mungkinkah?

Disdikpora DIY akan memantapkan kajian bersama Dinas PUP-ESDM DIY untuk mengatasi persoalan banjir yang selalu menimpa gedung SMKN Tanjungsari Gunungkidul
Solopos.com, JOGJA – Disdikpora DIY akan memantapkan kajian bersama Dinas PUP-ESDM DIY untuk mengatasi persoalan banjir yang selalu menimpa gedung SMKN Tanjungsari Gunungkidul. Dua pilihan yang akan dikaji tersebut antara lain, relokasi sekolah atau membangun embung berdekatan dengan sekolah.

Baca juga : BADAI CEMPAKA : Apa Solusi untuk Banjir di SMKN Tanjungsari?

Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan, sesuai dengan arahan Gubernur DIY, akan segera dilakukan kajian untuk memecahkan persoalan banjir yang menerjang SMKN Tanjungsari dengan harapan, proses pembelajaran tidak terganggu lagi. Menurut, ada dua hal yang akan menjadi kajian sebagai solusi mengatasi persoalan tersebut.

Antara lain, membangun embung penangkap air berada di lahan lebih tinggi dari sekolah agar air tidak mengalir ke sekolah. Selain itu, pilihan kedua embung akan dibangun di titik tempat saat ini gedung sekolah berdiri, kemudian sekolah direlokasi.

“Kalau relokasi ya tidak masalah, yang penting ketersediaan lahan,” terang Aji saat ditemui Harianjogja.com di kantornya, Jalan Cendana, Kota Jogja, Kamis (30/11/2017).

Aji menambahkan, pihak kepala desa setempat sudah menawarkan sejumlah lahan tanah kas desa yang memungkinkan untuk dibangun sekolah. Namun lokasi lahan tersebut lebih banyak di dalam area perkampungan dan tempat cekungan.

Menurutnya, ada satu titik lahan berada di dataran tinggi yang sebenarnya cocok sebagai lokasi relokasi, namun jauh dari pemukiman warga, sehingga dari sisi keamanan sangat perlu dipertimbangkan.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tenaga gudang, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pertanian Maju, Petani Sejahtera

Gagasa ini dimuat Harian Solopso edisi Kamis (16/11/2017). Esai ini karya Budi Sutresno, anggota staf Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar. Solopos.com, SOLO–“Maju Pertaniannya, Sejahtera Petaninya” adalah semacam doa yang diilhami dari tagline Pemerintah Kabupaten Karanganyar menjelang perayaan seabad Kabupaten…