Anggota Tim SAR gabungan beserta warga membersihkan material longsoran di titik lokasi longsor di Dusun Duren, Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung, Pacitan, Jumat (1/12/2017). Empat jasad korban tanah longsor belum ditemukan. (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Jumat, 1 Desember 2017 22:30 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

LONGSOR PACITAN
Sebelum Tragedi, Ada Bau Busuk di Lokasi Longsor

Bencana Pacitan, sebelum tanah longsor menerjang di Dusun Duren ada bau busuk yang menyengat.

Solopos.com, PACITAN — Seorang warga Dusun Duren, Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung, Pacitan, memberikan kesaksian mengenai sesuatu yang bersifat mistis sebelum bencana tanah longsor terjadi di dusun tersebut.

Bogiyat, warga yang rumahnya berhadapan langsung dengan tebing yang longsor menuturkan sebelum bencana itu terjadi ada bau bacin yang datang dari arah lokasi longsor. Bau bacin itu muncul sekitar dua jam sebelum bencana yang mengakibatkan empat orang meninggal dunia itu terjadi.

Dia menceritakan saat itu sedang terjaga di dalam rumah dan istri serta anaknya tidur, Selasa (28/11/2017) pukul 00.00 WIB. Hujan deras disertai angin kencang mengguyur malam itu.

Tiba-tiba datang dari depan rumahnya bau busuk yang sangat menyengat hidung. Tetapi, bau itu hanya muncul beberapa saat saja setelah itu menghilang.

“Ada bau bacin sebelum longsor terjadi. Arahnya dari tebing yang saat ini longsor,” ujar dia di lokasi longsor Dusun Duren, Jumat (1/12/2017).

Setelah muncul bau bacin itu, dirinya tidak berpikir tentang hal yang macam-macam dan kemudian langsung tidur. Beberapa saat setelah memejamkam mata, tiba-tiba dia mendengar suara gemuruh yang datang dari tebing depan rumahnya.

Selanjutnya, Bogiyat yang tinggal di rumah itu bersama istri dan anaknya langsung lari keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Saat di luar rumah, dia mengaku sempat mendengar suara minta tolong dari arah tumpukan material longsor.

“Saya dengar ada yang minta tolong. Tapi posisinya saat itu sedang menyelamatkan diri. Lumpur di depan rumah sudah semakin banyak,” ujar dia.

Beberapa saat setelah longsor menerjang, Bogiyat baru mengetahui ada tetangganya yaitu Bilal yang meminta tolong di bilik tumpukan tanah longsor.

Di Dusun Duren, ada empat orang yang menjadi korban meninggal dunia. Sampai saat ini Tim SAR belum bisa menemukan korban yang tertimbun tanah longsor.

LOWONGAN PEKERJAAN
DICARI TEKNISI TV KABEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pertanian Maju, Petani Sejahtera

Gagasa ini dimuat Harian Solopso edisi Kamis (16/11/2017). Esai ini karya Budi Sutresno, anggota staf Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar. Solopos.com, SOLO–“Maju Pertaniannya, Sejahtera Petaninya” adalah semacam doa yang diilhami dari tagline Pemerintah Kabupaten Karanganyar menjelang perayaan seabad Kabupaten…