Ilustrasi: Aparatur sipil negara (ASN) dituntut profesional dalam bekerja dan melayani masyarakat. (Dokumentasi/JIBI/Solopos) Aparatur sipil negara (ASN) (Dok/JIBI/Solopos)
Jumat, 1 Desember 2017 10:20 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Kurang Pegawai, Pemkab Gunungkidul Masih Andalkan Tenaga Honorer

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan menjadikan Tenaga Lepas Harian (THL) sebagai solusi kekurangan pengawai di lingkup pemerintahan di 2018

Solopos.com, GUNUNGKIDUL – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan menjadikan Tenaga Lepas Harian (THL) sebagai solusi kekurangan pengawai di lingkup pemerintahan di 2018.

Namun demikian, hingga sekarang Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Gunungkidul masih memetakakan jumlah THL yang dibutuhkan.

Kepala BKPP Gunungkidul Sigit Purwanto mengakui hingga saat ini sudah banyak Organisasi Perangkat Daerah yang memberikan data jumlah kebutuhan THL di 2018. Namun demikian, lanjut dia, data tersebut belum bisa dijadikan acuan karena butuh kajian terkait kebutuhan secara menyeluruh.

“Data yang masuk akan kami kaji terlebih dahulu sehingga belum dapat dijadikan patokan berapa jumlah kebutuhan yang diperlukan,” kata Sigit kepada Solopos.com, Rabu (29/11/2017).

Menurut dia, jika mengacu pada kebutuhan tenaga kerja yang dilakukan oleh BKPP, maka kekurangan pegawai mencapai 2.500an orang. Namun demikian, jumlah tersebut tidak bisa dipenuhi melalui THL karena pemenuhan juga harus mengacu pada alokasi anggaran yang dimiliki di masing-masing OPD.

“Itulah kenapa kami  harus lakukan kajian agar kebutuhannya bisa sesuai dengan anggaran sehingga tidak menjadi beban. Untuk kajian, kami tidak sendiri karena juga melibatkan bagian organisasi, Setda Gunungkidul,” ujarnya.

Sigit pun berharap proses pengkajian terhadap kebutuhan THL dapat segera selesai. Pasalnya setelah proses ini berakhir maka akan diteruskan dengan rekrutmen tenaga non PNS. “Sudah mulai kami persiapkan lengkap dengan regulasi dalam perekrutan,” tutur dia.

LOWONGAN PEKERJAAN
CV. Trisakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pertanian Maju, Petani Sejahtera

Gagasa ini dimuat Harian Solopso edisi Kamis (16/11/2017). Esai ini karya Budi Sutresno, anggota staf Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar. Solopos.com, SOLO–“Maju Pertaniannya, Sejahtera Petaninya” adalah semacam doa yang diilhami dari tagline Pemerintah Kabupaten Karanganyar menjelang perayaan seabad Kabupaten…