Warga menyaksikan sisa-sia Jembatan Nambangan yang hancur diterjang banjir. Gambar diambil Kamis (30/11/2017). Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja. Warga menyaksikan sisa-sia Jembatan Nambangan yang hancur diterjang banjir. Gambar diambil Kamis (30/11/2017). Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja.
Jumat, 1 Desember 2017 16:40 WIB Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Ini Derita Warga Setelah Jebatan Pundong Lenyap

Jembatan putus akses warga terhambat.

Solopos.com, BANTUL— Warga Kecamatan Pundong, Bantul mengeluhkan kondisi Jembatan Nambangan, di Nambangan, Seloharjo, Pundong yang putus karena diterjang banjir pada Selasa (28/11/2017) lalu.

Salah satu warga yang biasa menggunakan akses jembatan tersebut, Vita mengeluhkan sulitnya akses untuk pergi ke Pasar Pundong. “Ini kan saya biasa jualan di sini, biasa pergi ke pasar lewat jembatan ini. Sekarang sudah susah, harus memutar jauh,” ujarnya Kamis (30/11/2017).

Dia mengatakan, akses jalur alternatif juga susah, karena jalan utama naik turun. Sehingga orang tua maupun anak-anak sekolah yang biasa menggunakan akses jembatan tersebut merasa kesulitan karena tidak ada kendaraan bermotor.

Dirinya berharap agar jembatan segera dapat diperbaiki, karena warung miliknya yang berada di dekat jembatan tersebut menjadi sepi. Hal tersebut dikarenakan tidak ada lagi orang melintas di jembatan itu, yang biasanya mencapai ratusan orang setiap harinya.

Keresahan masyarakat dibenarkan Kepala Desa Seloharjo, Pundong Badrun Marhadi. Menurutnya, jembatan Nambangan merupakan akses utama anak sekolah yang belum memiliki kendaraan bermotor, maupun orang tua yang biasa berjalan kaki ke pasar.

Saat ini, warga yang biasa menggunakan akses jembatan tersebut terpaksa menumpang truk. “Sebagian biasanya menumpang truk itu karena jalan memang jauh. Biasanya mereka bayar Rp5.000-Rp10.000,” ujar dia.

Jembatan rencananya baru dibangun lagi pada 2018 mendatang. Ia berharap, pembangunan jembatan baru sekaligus memperluas lebar jembatan menjadi hingga tiga meter agar dapat dilintasi kendaraan secara berpapasan.

Seperti diketahui, hujan deras melanda DIY akibat dampak Badai Cempaka yang terjadi di selatan Jawa Selasa (28/11/2017) lalu, mengakibatkan banjir dan longsor. Sejumlah infrastruktur rusak termasuk jembatan Pundong yang lenyap diterjang banjir.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. Djerapah Megah Plasindho, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pertanian Maju, Petani Sejahtera

Gagasa ini dimuat Harian Solopso edisi Kamis (16/11/2017). Esai ini karya Budi Sutresno, anggota staf Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar. Solopos.com, SOLO–“Maju Pertaniannya, Sejahtera Petaninya” adalah semacam doa yang diilhami dari tagline Pemerintah Kabupaten Karanganyar menjelang perayaan seabad Kabupaten…