Kota Semarang tampung seribu ODHA Kota Semarang tampung seribu ODHA
Jumat, 1 Desember 2017 21:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

HIV/AIDS Serang 1.012 Warga Semarang

HIV/AIDS penyebarannya di Kota Semarang terbilang tinggi.

Solopos.com, SEMARANG – Sebanyak 4.481 pengidap HIV/AIDS ditemukan di Kota Semarang dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Dari jumlah sebanyak itu sekitar 1.012 orang merupakan warga asli atau berdomisi di Kota Semarang.

“Pengidap HIV/AIDS yang ditemukan di Semarang jumlahnya memang mencapai 4.481 orang, tapi yang asli warga Semarang atau berdomisili di Kota Semarang hanya sekitar 1.012 orang. Mereka ditemukan setelah melakukan pemeriksaan di berbagai rumah sakit di Semarang, seperti RSUP dr. Kariadi,” ujar Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kota Semarang, Bambang Soekardjo, saat dijumpai Semarangpos.com di kantornya, Gedung Juang lantai ke-7, Jl. Pemuda, Kota Semarang, Senin (27/11/2017).

Bambang menambahkan dari 1.012 orang yang dideteksi mengidap HIV/AIDS paling banyak berdomisili di Kecamatan Semarang Utara, yakni 117 orang. Disusul Kecamatan Semarang Barat dengan 97 orang dan Pedurungan dengan 90 pengidap HIV/AIDS.

“Untuk saat ini memang Semarang Utara yang jumlah pengidap HIV/AIDS paling banyak. Namun, yang perlu diwaspadai adalah Kecamatan Pedurungan. Di Pedurungan selama satu tahun terakhir pertumbuhannya paling banyak dibanding kecamatan lain,” imbuh Bambang.

Seribu ODHA di Kota Semarang

Seribu ODHA di Kota Semarang

Bambang menyebutkan dari 1.012 warga Kota Semarang yang mengidap HIV/AIDS itu mayoritas berjenis kelamin perempuan, yakni sekitar 57%. Sementara sisanya, sekitar 43% berjenis kelamin laki-laki. Mereka rata-rata mengidap HIV/AIDS karena melakukan hubungan dengan pekerja seks, pasangan sejenis, maupun menggunakan narkoba melalui jarum suntik.

Bambang menambahkan penyebaran HIV/AIDS melalui hubungan seks justru paling banyak ditemukan lewat pekerja seks yang tidak terpantau pemerintah dan sering membuka praktik prostitusi di jalanan atau wanita pekerja seks (WPS) tidak langsung (TL).

“Kalau untuk pekerja seks yang terpantau, seperti di lokalisasi Sunan Kuning dan Gambilangu justru sangat sedikit. Sekitar 2% dari total pengidap HIV/AIDS di Kota Semarang,” terang Bambang.

Bambang menambahkan banyak ditemukannya pengidap HIV/AIDS di Kota Semarang justru mempermudah KPA dalam melakukan penanganan. Oleh karenanya, pihaknya pun terus mengiatkan sosialisasi, penyuluhan, maupun pemeriksaan terhadap warga Kota Semarang untuk mendeteksi pengidap HIV/AIDS.

“Estimasi dari pemerintah pusat ada sekitar 3.121 pengidap HIV/AIDS di Kota Semarang pada 2021. Dari jumlah itu, kami baru menemukan, yang berdomisili di Semarang, sekitar 1.012 orang. Jadi masih kurang,” ujar Bambang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

LOWONGAN PEKERJAAN
Shunda Plafon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pertanian Maju, Petani Sejahtera

Gagasa ini dimuat Harian Solopso edisi Kamis (16/11/2017). Esai ini karya Budi Sutresno, anggota staf Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar. Solopos.com, SOLO–“Maju Pertaniannya, Sejahtera Petaninya” adalah semacam doa yang diilhami dari tagline Pemerintah Kabupaten Karanganyar menjelang perayaan seabad Kabupaten…