Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menemui korban banjir di Pacitan, Jumat (1/12/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Solopos) Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menemui korban banjir di Pacitan, Jumat (1/12/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Solopos)
Jumat, 1 Desember 2017 23:04 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

BENCANA PACITAN
SBY Teringat Pernah Jadi Korban Banjir Pacitan

Bencana Pacitan, Presiden RI ke-6 SBY sempat bercerita soal dirinya menjadi korban banjir saat masih tinggal di Pacitan.

Solopos.com, PACITAN — Saat mengunjungi lokasi banjir bandang di Kelurahan Ploso, kecamatan Pacitan, Jumat (1/12/2017) pagi, Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono teringat pernah menjadi korban banjir saat masih tinggal di Pacitan pada tahun 1995/1966.

SBY menceritakan saat banjir pada tahun 1966 melanda Pacitan, dirinya masih berstatus sebagai siswa SMA. Saat itu, ketinggian air mencapai dada orang dewasa dan tergolong sebagai bencana besar.

Namun, kala itu pembangunan infrastruktur belum sebanyak saat ini sehingga kerugian materil tidak banyak seperti sekarang.

“Saya pernah mengalami pada tahun 1995/1996. Genangan air juga tinggi. Tapi karena infrastruktur belum sebanyak ini. Kerusakan material belum sebesar sekarang,” kata dia.

SBY menganggap bencana banjir dan tanah longsor yang melanda tanah kelahirannya pada Selasa (28/11/2017) lalu tergolong besar. Hal ini melihat dari jumlah korban dan kerusakan infrastruktur yang ditimbulkan.

“Ini tergolong besar untuk ukuran Pacitan,” ujar SBY yang didampingi istri serta kedua anaknya.

Dia menuturkan saat ini terdata ada ribuan rumah rusal dan korban meninggal dunia sebanyak 20 orang. Tidak hanya itu, ternak seperti sapi dan kambing juga ikut menjadi korban. Infrastruktur juga banyak yang rusak. Untuk mengembalikan fungsi ini tentu membutuhkan anggaran yang besar.

Pemprov Jatim sudah jelas akan mengaanggarkan senilai Rp100 miliar untuk memperbaiki Pacitan.

“Saya pernah memimpin Indonesia. Meskipun ada anggaran di pusat. Itu dicadangkan untuk semua bencana. Bencana bukan hanya di Pacitan, mungkin di daerah lain juga,” terang SBY.

Dia mengaku sudah melihat langkah-langkah darurat yang dilakukan tim untuk mengatasi bencana di Pacitan. Namun, tentunya masih ada kekurangan dalam hal ini. SBY meminta kepada Bupati Pacitan untuk memberi penjelasan mengenai kondisi Pacitan kepada pers setiap hari.

Ini supaya masyarakat di luar Pacitan mengetahui kondisi saudaranya yang ada di Pacitan dan mengetahui apa saja yang telah dilakukan pemerintah daerah. Supaya masyarakat tidak khawatir.

LOWONGAN PEKERJAAN
SDIT AL IKHLASH COLOMADU KRA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pertanian Maju, Petani Sejahtera

Gagasa ini dimuat Harian Solopso edisi Kamis (16/11/2017). Esai ini karya Budi Sutresno, anggota staf Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar. Solopos.com, SOLO–“Maju Pertaniannya, Sejahtera Petaninya” adalah semacam doa yang diilhami dari tagline Pemerintah Kabupaten Karanganyar menjelang perayaan seabad Kabupaten…