Ilustrasi krisis air (JIBI/dok) Ilustrasi krisis air (JIBI/dok)
Jumat, 1 Desember 2017 20:40 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

10.000 Rumah di Bantul Masih Krisis Air Bersih

PDAM Bantul diperkirakan merugi belasan miliar.

Solopos.com, BANTUL— Akibat musibah banjir dan tanah longsor beberapa hari terakhir ini, sekitar 10.000 pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di wilayah Bantul dipastikan tidak mendapatkan suplai air bersih. Pasalnya ada 11 titik jaringan air PDAM yang rusak dan aksesnya terputus. Kerugian yang dialami salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini diperkirakan mencapai belasan miliar rupiah.

Direktur PDAM Bantul, Yudi Indarto mengatakan terputusnya suplai air bersih ini akibat beberapa sarana infrastruktur yang ada rusak parah. Yudi menyebut kerusakan tersebut meliputi instalasi pengolahan air, elektrik, mekanik, jembatan pipa, jaringan pipa, kantor instalasi hingga intake yang tersebar di 11 titik. Yaitu di Trimulyo (Jetis), Dlingo, Bangunjiwo (Kasihan), Imogiri, Kalipakis (Kasihan), Guwosari (Pajangan), Selopamioro (Imogiri), Seloharjo (Pundong), Piyungan, Sedayu dan Kamijoro (Pajangan). Ia mencatat lebih dari 2/3 pelanggan PDAM terdampak.

“Dari 29.000 pelanggan 10.000 di antaranya pasti terganggu,” ucapnya, Jumat (1/12/2017).

Bahkan Yudi menuturkan satu unit instalasi pengolahan air di wilayah Dlingo juga terganggu akibat terjangan aliran Sungai Oya, Selasa (28/11/2017) lalu. Padahal instalasi yang memasok air bagi sekitar 1.500 pelanggan ini belum lama dibangun dengan anggaran mencapai miliaran rupiah.

Instalasi pengolahan air Trimulyo juga mengalami nasib hampir serupa. Bedanya instalasi ini hanya terendam. Menurutnya ada banyak fasilitas milik PDAM yang terendam air bercampur lumpur akibat hujan yang turun tak henti-henti. Kerugian total belasan miliar rupiah,” sebutnya.

Terkait perbaikan jaringan yang rusak, Yudi mengakui belum tahu kapan akan selesai. Pasalnya PDAM tak sanggup menangani seluruh kerugian dan biaya untuk perbaikan belasan titik ini. Sementara ini ia berjanji bakal melayani pelanggan yang tak mendapatkan suplai air dengan menggunakan tangki. Namun ia berharap seluruh stakeholder dapat turut membantu perbaikan salah satu fasilitas publik ini.

Seperti diketahui hujan deras dengan intensitas tinggi melanda DIY pada Selasa (28/11/2017) akibat dampak munculnya Badai cempaka yang ada di selatan Jawa. Kondisi tersebut memicu berbagai bencana banjir dan tanah longsor, mengakibatkan kerusakan infrastruktur serta menelan korban jiwa.

LOWONGAN PEKERJAAN
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pertanian Maju, Petani Sejahtera

Gagasa ini dimuat Harian Solopso edisi Kamis (16/11/2017). Esai ini karya Budi Sutresno, anggota staf Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar. Solopos.com, SOLO–“Maju Pertaniannya, Sejahtera Petaninya” adalah semacam doa yang diilhami dari tagline Pemerintah Kabupaten Karanganyar menjelang perayaan seabad Kabupaten…