Ilustrasi perawatan jaringan kabel listrik PT PLN. (JIBI/Solopos/Antara/Mohammad-Ayudha) Ilustrasi perawatan jaringan kabel listrik PT PLN. (JIBI/Solopos/Antara/Mohammad-Ayudha)
Jumat, 1 Desember 2017 21:40 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

1.000 Titik Jaringan Listrik di Bantul Rusak Parah Gara-Gara Badai Cempaka

Jaringan lisrtik rusak parah.

Solopos.com, BANTUL— Perusahaan Listrik Negara (PLN) tak luput dari dampak musibah banjir dan longsor yang melanda DIY akibat munculnya Badai cempaka di Selatan Jawa. Tercatat hampir 1.000 titik jaringan PLN di Kabupaten Bantul rusak parah.

Meski perbaikan mulai dilakukan, petugas mengalami kesulitan akibat titik kerusakan berada pada zona bahaya.
Manajer Bidang Distribusi PLN DIY-Jateng, Hendra Slamet Rijadi mengungkapkan kerusakan paling parah berupa robohnya tiang listrik dan kerusakan trafo. Ia menuturkan perbaikan tidak bisa dilakukan dalam waktu yang cepat mengingat beberapa titik jaringan rusak juga merupakan lokasi bencana yang belum dapat terjangkau.

Baca juga : BADAI CEMPAKA : Kabar Gembira, Kerusakan akibat Bencana segera Diperbaiki

Bahkan seperti di wilayah Dlingo, lokasi kerusakan sulit dicapai sehingga untuk membawa material seperti tiang listrik cukup berbahaya.

Menurutnya hingga kini masih ada sekitar 600 yang belum dapat diperbaiki. Sedangkan untuk area pengungsian yang mengalami gangguan listrik, pihak PLN menyediakan genset. Lebih lanjut Hendra menyebut di DIY dan Solo ada sebanyak 70 ribu pelanggan yang terdampak musibah ini. Namun pihaknya belum dapat menyebut total kerugian yang dialami PLN. Sebab sejumlah tempat di Bantul seperti Imogiri dan Pundong belum selesai pendataan. “Sekarang tinggal 43ribu [DIY dan Solo] yang masih proses penanganan,” sebutnya ditemui saat perbaikan jaringan di Kebosungu, Dlingo, Jumat (1/12/2017).

Baca juga : BADAI CEMPAKA : Wah, Pasokan Air Bersih 30.254 Pelanggan PDAM Gunungkidul Macet

Asmen Jaringan Wilayah DIY, Bambang Eko mengatakan untuk melakukan perbaikan ada kurang lebih 200 personel bantuan dari Pekalongan, Purwokerto dan wilayah lain yang dikerahkan. Sedangkan di wilayah Bantul ini pihaknya menerjunkan 20 tim. Menurutnya setiap tim bisa menjangkau tiga hingga lima titik dalam sehari. Namun untuk beberapa titik yang cukup sulit dijangkau, pihaknya mengerahkan beberapa tim sekaligus. “Ada juga yang butuh waktu dua hari karena banyak yang harus ditangani,” tuturnya.

LOWONGAN PEKERJAAN
SDIT AL IKHLASH COLOMADU KRA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pertanian Maju, Petani Sejahtera

Gagasa ini dimuat Harian Solopso edisi Kamis (16/11/2017). Esai ini karya Budi Sutresno, anggota staf Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar. Solopos.com, SOLO–“Maju Pertaniannya, Sejahtera Petaninya” adalah semacam doa yang diilhami dari tagline Pemerintah Kabupaten Karanganyar menjelang perayaan seabad Kabupaten…