Kevin Liliana (tengah) bersama perwakilan Yayasan Puteri Indonesia dan Mustika Ratu dalam konferensi pers di Sasono Wiwoho Ballrom Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/11/2017). (Instagram @officialputeriindonesia)
Kamis, 30 November 2017 22:45 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Issue Share :

Liku-Liku Perjalanan Kevin Liliana Raih Mahkota Miss International 2017

Begini perjalanan berliku Kevin Liliana meraih mahkota Miss International 2017.

Solopos.com, SOLO – Keberhasilan Kevin Liliana menjadi juara di kontes kecantikan dunia, Miss International, menjadi kebanggaan bagi Indonesia. Gadis asal Bandung, Jawa Barat, ini menjadi orang Indonesia pertama yang berhasil menyabet gelar jawara.

Kevin meraih gelar Miss International 2017 setelah mengalahkan 69 kontestan dari negara lain pada grand final yang digelar di Tokyo Dome City Hall, Tokyo, Jepang, Selasa (14/11/2017). Sebagai juara, dia harus tinggal lebih lama di Jepang untuk menjalankan tugasnya. Kini, setelah tugas pertamanya di Jepang selesai, dia kembali ke Indonesia untuk menceritakan pengalamannya selama menjalani karantina.

Gadis kelahiran Bandung, 5 Januari 1996 ini menceritakan pengalaman serunya dalam konferensi prers yang digelar di Sasono Wiwoho Ballrom Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/11/2017), siang. Kevin menuturkan semua keseruan selama mengikuti karantina Miss International yang telah dimenangkannya itu.

“Terima kasih sekali buat semua bekal yang diberikan Yayasan Puteri Indonesia dan Mustika Ratu, khususnya tentang makeup. Jujur, saya ini termasuk yang paling enggak bisa dandan dari tiga Puteri Indonesia lainnya. Tapi, sebelum berangkat Mustika Ratu sudah kasih bekal kursus makeup yang bermanfaat banget. Soalnya selama di Jepang harus makeup sendiri,” tutur Kevin dalam video konferensi pers yang diunggah channel Youtube Indo Pageants.

Kevin Liliana (Instagram @officialputeriindonesia)

Kevin Liliana (Instagram @officialputeriindonesia)

Selama karantina, semua kontestan harus bangun pagi dan berdandan sendiri untuk mengikuti kegiatan bersama Miss International Organization. Meski tidak terlalu piawai berdandan, Kevin selalu terlihat cantik dengan polesan makeup natural di wajahnya.

“Jadi selama di Jepang itu makeup dan bikin rambut sendiri. Bahkan di malam final juga makeup sendiri. Cuma rambutnya saja yang dibantu sama tim,” sambung dia.

Selama karantina, Kevin sempat merasa bingung dengan sistem penilaian yang dilakukan panitia. Sebab, di sana para kontestan lebih banyak diajak jalan-jalan sambil mengenal budaya Jepang. “Sempat bingung penilaiannya itu kapan. Soalnya lebih sering jalan-jalan dan makan. Saya sampai harus naik turun tangga ke lantai 26 buat jaga berat badan. Soalnya di sana enggak ada alat buat nge-gym,” tuturnya.

“Tapi, saya sempat terpilih interview sama 14 kontestan lain. Waktu itu sempat deg-degan, soalnya agak susah ngomong pakai bahasa Inggris. Parahnya video pas interview itu tersebar dan banyak yang kasih kritik gitu,” imbuh Kevin.

Semua kritikan dan padatnya aktivitas sempat membuat Kevin sedih hingga jatuh sakit. Namun, dia berhasil bangkit setelah mendapat dukungan dari keluarga dan teman-temannya. “Saya mengalami banget yang namanya jenuh. Saya cerita sama mama dan teman-teman kepengin nangis. Mereka kasih dukungan yang bikin semangat saya balik lagi,” kenang Kevin.

Akhirnya, semua kerja keras dan doa Kevin berbuah manis setelah nama Indonesia diumumkan masuk ke babak semifinal dan terus melaju ke top lima. “Saya yakin saja masuk top lima. Soalnya saya merasa semua persiapan sudah matang. Dan saya juga pas grand final itu sangat tenang. Saya juga sudah yakin menang best dress. Soalnya, satu jam sebelum grand final ada sesi penjurian evening gown. Dan pas itu semua juri lihat saya sambil senyum dan bisik-bisik. Cuma saya masih enggak menyangka kalau akhirnya diumumkan sebagai juara ajang bergengsi ini,” tutup dia.

Sebagai Miss International 2017, Kevin Liliana mengemban tugas sebagai duta lingkungan dunia. Dia mengemban tugas mengampanyekan perdamaian dunia dengan jalan pertukaran budaya. Jadi, dia bakal diajak berkeliling dunia untuk mengenal budaya di negara yang disinggahinya.

Miss International merupakan kontes kecantikan yang digelar oleh International Culture Association. Ajang pemilihan duta perdamaian dan keindahan ini kali pertama diadakan di Tokyo, Jepang, pada 1960. Pemenang kontes ini haruslah wanita yang lembut, cantik, cerdas, dan ramah. Kontes ini merupakan salah satu dari empat yang paling bergengsi di dunia selain Miss Universe, Miss World, dan Miss Earth atau biasa disebut Grand Slam.

LOWONGAN PEKERJAAN
Shunda Plafon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sentilan Realitas di Bak Truk

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (22/11/2017). Esai ini karya Shela Kusumaningtyas, penulis dan alumnus Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro Semarang. Alamat e-mail penulis adalah kusuma.cel@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Masyarakat di sepanjang jalur pantai utara Jawa umumnya terbiasa menyaksikan lalu…