Bus Harta Sanjaya jurusan Solo-Sragen ringsek di bagian kanan depan Setelah dihantam mobil Toyota Avanza dalam kecelakaan karambol di jalan raya Solo-Sragen, Pungkruk, Sidoharjo, Sragen, Kamis (30/11/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos) Bus Harta Sanjaya jurusan Solo-Sragen ringsek di bagian kanan depan Setelah dihantam mobil Toyota Avanza dalam kecelakaan karambol di jalan raya Solo-Sragen, Pungkruk, Sidoharjo, Sragen, Kamis (30/11/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Kamis, 30 November 2017 15:35 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

KECELAKAAN SRAGEN
Avanza Hantam Bus Harta Sanjaya dan 2 Motor di Pungkruk, 8 Terluka

Kecelakaan Sragen terjadi di Pungkruk.

Solopos.com, SRAGEN — Kecelakaan karambol yang melibatkan mobil Toyota Avanza, bus jurusan Solo-Sragen Harta Sanjaya, dan dua motor terjadi di jalan raya Solo-Sragen, tepatnya di Pungkruk, Sidoharjo, Sragen, Kamis (30/11/2017). Delapan orang mengalami luka-luka dalam kejadian itu.

Peristiwa bermula saat Santosa, 47, warga Dukuh Tegalrejo RT 22A, Desa/Kecamatan Masaran, Sragen, menghentikan bus Harta Sanjaya berpelat nomor AD 1612 BE yang dikemudikannya di depan halte bus Pungkruk untuk menunggu penumpang pukul 07.30 WIB.

Setelah beberapa saat mengetem, Santosa hanya mendapat tiga penumpang dan ia langsung berangkat sesuai trayek ke Solo. Baru berjalan kurang dari 100 meter, tiba-tiba dari arah Solo melaju mobil Toyota Avanza hitam W 1659 RF yang dikemudikan Suyanto, 57, warga Sidoarjo, Jawa Timur, langsung menghantam bagian kanan depan bus.

“Hantamannya sangat keras karena mobil itu sampai terdorong ke belakang dan mengenai dua pengendara motor Honda Vario. Beruntung saya tidak apa-apa tetapi mobil itu ringsek. Semua korban langsung dilarikan ke RSUD.  Tidak ada yang meninggal dunia,” ujar Santosa saat berbincang dengan solopos.com di lokasi kejadian, Kamis.

Dua pengendara motor Honda Vario itu berpelat nomor AD 4708 AAE dan AD 4860 ADB yang ada di belakang Avanza dikabarkan mengalami luka ringan.

Sementara mobil Toyota Avanza itu ditumpangi enam orang termasuk sopir. Tiga orang di antaranya dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, termasuk Suyanto, sopir mobil tersebut.

“Saya tidak tahu persis kejadiannya. Saya tertidur dan bangun-bangun sudah dalam kondisi terjepit di tempat duduk sopir. Ya, saya memang mengantuk. Saya tidak biasa perjalanan jauh,” ujar Suyanto saat ditemui di RSUD Sragen.

Suyanto mengantar rombongan Sri Rahayu seusai mengikuti resepsi mantu di Cilacap dan hendak pulang ke Surabaya. Sri mengungkapkan mobil berisi enam orang, yakni dia, adik keponakan, bulik, suami, dan anak-anak yang baru berusia 10 tahun, serta sopir.

“Bulik saya, Anna, 50, mengalami luka-luka dan patah pada kaki kiri. Adik saya patah kaki kanan dan luka pada bagian wajah. Untungnya saya tidak apa-apa hanya lecet-lecet. Untuk suami dan anak-anak itu saya tidak tahu karena tidak dibawa ke RSUD ini. Kejadiannya pun bagaimana saya tidak tahu,” kata Sri.

Sri menduga kecelakaan itu disebabkan sopir mengantuk karena sebelumnya sudah diminta istirahat tetapi tidak mau.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. Djerapah Megah Plasindho, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sentilan Realitas di Bak Truk

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (22/11/2017). Esai ini karya Shela Kusumaningtyas, penulis dan alumnus Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro Semarang. Alamat e-mail penulis adalah kusuma.cel@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Masyarakat di sepanjang jalur pantai utara Jawa umumnya terbiasa menyaksikan lalu…