Puluhan orang perwakilan warga Mojomulyo, Sragen Kulon, Sragen, berunjuk rasa memprotes kebijakan revitalisasi PG Mojo Sragen, Kamis (30/11/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos) Puluhan orang perwakilan warga Mojomulyo, Sragen Kulon, Sragen, berunjuk rasa memprotes kebijakan revitalisasi PG Mojo Sragen, Kamis (30/11/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Kamis, 30 November 2017 15:46 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

DEMO SRAGEN
Puluhan Warga Mojomulyo Geruduk PG Mojo, Ini Tuntutannya

Pabrik Gula Mojo Sragen digeruduk warga Mojomulyo terkait pekerjaan revitalisasi pabrik tersebut.

Solopos.com, SRAGEN — Puluhan warga Kampung Mojomulyo, Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, mendatangi Pabrik Gula (PG) Mojo yang tengah direvitalisasi dengan dana APBN senilai Rp229 miliar, Kamis (30/11/2017) siang.

Mereka menuntut pelaksana revitalisasi merekrut tenaga kerja dari masyarakat sekitar PG Mojo yang sebelumnya telah disepakati bersama antara pelaksana proyek dengan warga. Sebanyak 60-70 orang warga datang langsung memasuki PG yang berdiri sejak 1883 itu.

Mereka beraksi sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung menghentikan semua proses pekerjaan di PG tersebut hingga pukul 12.00 WIB. Para pekerja dilarang bekerja sebelum pimpinan PT Trisula Abadi Surabaya sebagai subkontraktor dari PT Adhi Karya mengakomodasi keinginan warga. (Baca: Serba 9 dan Harapan Masa Depan PG Mojo)

Akhirnya, pimpinan PT Trisula Abadi Surabaya sebagai pelaksana proyek menemui para warga untuk bermediasi dan disaksikan oleh unsur otoritas dari PT Adhi Karya. “Permintaan kami sederhana, yakni supaya orang-orang di sekitar PG Mojo dilibatkan dalam proyek di PG Mojo itu. Begitu ada lima orang dari warga sekitar PG Mojo masuk dan bekerja selama dua pekan tiba-tiba diberhentikan sepihak dan upahnya selama tujuh hari tidak dibayarkan,” ujar koordinator aksi, Iwan L.G., 40, saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis siang.

Iwan mengatakan sebelumnya sudah ada kesepakatan rekrutmen tenaga kerja dari warga sekitar PG sebanyak 40% dan 60% dari pelaksana proyek. Namun, sampai sekarang warga tidak dilibatkan.

Salah satu dari lima tenaga kerja yang diberhentikan bernama Candra Mulyana, 23, warga Mojomulyo RT 002/RW 007, Kelurahan Sragen Kulon. Candra mengaku baru bekerja selama dua pekan saat tiba-tiba diberhentikan dan upah belum dibayarkan. (Baca: PG Mojo Bersolek, Mesin Uap Buatan 1905 Jadi Tempat Selfie)

“Saya bekerja sebagai buruh bangunan dengan upah Rp65.000/hari. Upah itu biasanya diberikan setiap pekan sekali. Upah satu pekan terakhir tidak diberikan dan saya bersama empat orang lainnya diberhentikan,” katanya.

Persoalan itu lalu dimediasi. Perwakilan warga diterima Submanajer PT Trisula Abadi Surabaya, Nuryantin, bersama beberapa perwakilan PT Trisula Abadi Surabaya. Dalam kesempatan itu, perwakilan dari PT Adhi Karya juga hadir.

Nuryantin berjanji mengakomodasi keinginan warga untuk direkrut menjadi pekerja dalam revitalisasi PG Mojo. “Selama ini pekerjaan kami belum efektif karena masih menunggu material. Setelah pekerjaan efektif kami membutuhkan tenaga sampai 200 orang. Nah, nanti sebagian pekerja kami rekrut dari warga sekitar PG. Sebenarnya sekarang sudah mulai merekrut tenaga dari warga untuk tenaga sipil dan teknik tetapi baru sedikit,” ujar Nuryantin.

Terkait lima buruh yang diberhentikan dan upah belum dibayarkan, Nuryantin berjanji membayarnya. Dia sebenarnya tidak mengetahui persoalan itu karena ranahnya ada di subkontraktor di bawahnya dan subkontraktornya yang tidak sanggup mengerjakannya.

“Upah untuk lima buruh tetap kami bayarkan karena itu hak mereka,” ujarnya.

Otoritas Perencanaan PT Adhi Karya untuk revitalisasi PG Mojo, Syafiqurahman, mengatakan PT Adhi Karya sebagai main contractor akan memberi peringatan kepada PT Trisula Abadi sebagai subkontraktor dalam revitalisasi PG Mojo terkait dengan keluhan warga itu. Dia mencatat ada sejumlah kewajiban subkontraktor tersebut yang tidak segera terpenuhi.

“Secara kontraktual pekerjaan revitalisasi itu menjadi wewenang PT Trisula Abadi dan PT Adhi Karya sebagai manajemennya. Secepatnya kami akan menegur PT Trisula Abadi,” imbuhnya saat ditemui wartawan.

LOWONGAN PEKERJAAN
SMK MUHAMMADIYAH 04 BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sentilan Realitas di Bak Truk

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (22/11/2017). Esai ini karya Shela Kusumaningtyas, penulis dan alumnus Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro Semarang. Alamat e-mail penulis adalah kusuma.cel@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Masyarakat di sepanjang jalur pantai utara Jawa umumnya terbiasa menyaksikan lalu…