Jalan antardukuh di Tileng, Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, ambles sedalam 70 sentimeter hingga satu meter akibat gerusan air hujan, Kamis (30/11/2017). (Istimewa/Kades Sanggang Giyoto) Jalan antardukuh di Tileng, Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, ambles sedalam 70 sentimeter hingga satu meter akibat gerusan air hujan, Kamis (30/11/2017). (Istimewa/Kades Sanggang Giyoto)
Kamis, 30 November 2017 21:35 WIB Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

BENCANA SUKOHARJO
Diguyur Hujan 3 Hari, Jalan Antardukuh Desa Sanggang Retak dan Ambles

Jalan antardukuh di Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, ambles akibat hujan tiga hari berturut-turut.

Solopos.com, SUKOHARJO — Hujan dengan intensitas tinggi selama tiga hari berturut-turut mengakibatkan jalan antardukuh di Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, ambles. Jalur tersebut tak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Hanya sepeda motor, pejalan kaki, dan sepeda yang bisa melintas. Warga Dukuh Samin, Klepu, juga harus memutar jalan jika ingin ke Balai Desa Sanggang atau pusat kota. Warga sudah memberikan tanda agar pengguna jalan tidak terjebak.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Desa Sanggang, Giyoto, Kamis (30/11/2017). Menurutnya, jalan ambles terletak di Dukuh Tileng RT 001/003, Desa Sanggang. (Baca: 4 Sungai Meluap Rendam Ratusan Rumah Warga Sukoharjo)

“Jalan tersebut menghubungkan empat dukuh yakni Samin, Klepu, Tileng, dan Kedungnongko. Jalan masih bisa dilalui kendaraan roda dua tetapi warga Dukuh Klepu dan Samin harus memutar via jalan alternatif. Demikian juga warga Dukuh Kedungnongko juga harus melintas jalan alternatif memutar berjarak satu kilometer,” katanya.

Giyoto menegaskan tidak ada warga terisolasi akibat jalan ambles tersebut. Langkah alternatif telah dilakukan warga bersama anggota TNI/Polri yakni menutup retakan jalan dengan terpal plastik.

Hal itu agar air tidak menembus tanah retakan. Menurutnya jika tanah retakan teraliri air dikhawatirkan amblesnya semakin lebar dan dalam.

“Penurunan tanah terjadi demikian cepat. Pagi tadi [Kamis] warga mengetahui retakan tanah sedalam 30 sentimeter tetapi pukul 16.00 WIB sudah bertambah menjadi 70 cm hingga satu meteran. Panjang retakan 15 meter hingga 25 meter.”

Dia menambahkan di bawah tanah ambles terdapat tujuh rumah warga. Longsoran tanah retakan dinilai tidak terlalu mengkhawatirkan walau sudah sampai di pelataran rumah salah seorang warga. (Baca: Mojolaban Tergenang Air, Warga Mengungsi ke Tanggul)

“Rencananya perbaikan jalan dilakukan jika tidak hujan lagi. Bahu jalan akan dipindahkan dengan memapras tanah di sisi bahu jalan yang tidak ambles. Pemilik lahan sudah mengizinkan, tinggal pengerjaannya,” katanya.

Giyoto mengatakan polisi dan TNI sudah mengecek kondisi jalan itu. ”Saya mengimbau warga Sanggang selalu waspada terhadap bencana longsor,” kata Kapolsek Bulu AKP Sarwoko mewakili Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi.

Terpisah, Camat Nguter, Sumarno, mengatakan longsor juga di Desa Tanjungrejo. Menurutnya, talut yang dahulu pernah ambrol kembali ambrol tetapi tidak membahayakan warga.

 

LOWONGAN PEKERJAAN
SMK MUHAMMADIYAH 04 BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sentilan Realitas di Bak Truk

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (22/11/2017). Esai ini karya Shela Kusumaningtyas, penulis dan alumnus Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro Semarang. Alamat e-mail penulis adalah kusuma.cel@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Masyarakat di sepanjang jalur pantai utara Jawa umumnya terbiasa menyaksikan lalu…